Insitusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Gorontalo semakin lengkap. Setelah memiliki markas tingkat daerah (Mapolda), institusi dengan motto “Melindungi, Mengayomi dan Melayani†itu kini telah membangun Sekolah Polisi Negara (SPN) di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Hargo.co.id – Seiring perkembangan daerah Gorontalo. Infrastruktur maupun sarana dan prasarana umum di derah ini ikut berkembang pesat. Termasuk fasilitas publik, yang salah satunya adalah institusi Polri. Saat ini, institusi Polri di Gorontalo tergolong cukup representatif. Sejalan dengan adanya Markas Polda Gorontalo, di kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo (terkecuali Gorontalo Utara) juga telah dibentuk Kepolisian Resor. Bahkan di sebagian besar kecamatan juga sudah hadir Kepolisian Sektor (Polsek).
Perkembangan institusi Kepolisian Gorontalo itu melewati proses yang cukup panjang. Ketika masih bergabung bersama Sulawesi Utara, pada 1960 Kepolisian RI di Gorontalo baru hadir di dua daerah. Yakni di Kotamadya Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Saa itu kantor kedua Kepolisian itu berkedudukan di Kota Gorontalo, tepatnya di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Saat ini kantor tersebut digunakan sebagai tempat pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satlantas Polres Gorontalo Kota.
Dalam perkembangan selanjutnya, pada 1978 Kantor Polisi Gorontalo berpisah menjadi dua. Yakni Kantor Polisi Kota Gorontalo dengan istilah Komando Resort (Komres) 1905 Gorontalo. Kemudian Kantor Polisi Kabupaten Gorontalo dengan istilah Komres 1906 Gorontalo. Adapun yang memimpin Komres saat itu adalah Komandan Komres (Danres) Letkol Pol. Sam Parrangan (1978-1981).
“Nah, pada saat itu Komando Sektor (Komsek) yakni Komsek 1905-01 Kota Utara, Komsek 1905-02 Kota Selatan dan Komsek 1905-03 Kota Barat,†ungkap Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya,SIK.
Pada 1982 nama Komres 1905 Gorontalo diganti dengan nama Komandan Resort Kota (Koresta) 1505 Gorontalo yang dipimpin Letkol Pol. Bintoro Masduchy (1981-1984). Pada 1984 Koresta 1505 Gorontalo berganti menjadi Kepolisian Resort Kota Gorontalo (Polresta Gorontalo) yang dipimpin Letkol Pol. Ali Hanafiah (6 bulan)
“Setelah kurang lebih 28 tahun lamanya, berdasarkan Keputusan Kapolda Gorontalo nomor : Kep/203/VIII/2012 tertanggal 31 Agustus 2012, Polres Gorontalo menjadi Polres Gorontalo Kota dengan membawahi empat Polsek definitive yakni Polsek Kota Utara, Kota Selatan, Kota Barat dan Kota Timur. Ada tiga Polsek persiapan pula yakni Polsek Kota Tengah, Dungingi dan Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo,†tutur alumnus Akpol 1996 itu.
Sementara itu kehadiran Mapolda Gorontalo bergulir sejak terbentuknya Provinsi Gorontalo pada 2000. Kala itu, Polda Gorontalo masih berstatus Polwil Gorontalo. Hal itu sesuai Surat Keputusan Kapolri No.Pol: Kep/07/XII /2000 tertanggal 20 Desember 2000. Polwil Gorontalo saat itu masih merupakan bagian dari Polda Sulut dan dipimpin oleh Kombes Pol Drs. Suhana Heryawan sebagai pelaksana harian Kapolwil Gorontalo.
Tiga tahun berdiri sebagai daerah definitif, Polda Gorontalo ikut pula dikukuhkan. Berdasarkan Keputusan Kapolri No.Pol.KEP/12/III/2003 tanggal 13 Maret 2003, Polwil Gorontalo menjadi Polda Gorontalo status persiapan. Keputusan itu bersamaan dengan Polwil Banten, Polwil Maluku Utara serta Polwil Bangka Belitung. Saat itu, Kombes Pol.Drs.Suhana Heryawan ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kapolda Gorontalo.
Seiring bergulirnya waktu, status Polda Gorontalo terus meningkat. Hingga saat ini status Polda Gorontalo telah definitif dengan tipe B. Sepanjang perjalanan Polda Gorontalo, pucuk pimpinan Institusi Tribrata itu sudah mengalami 10 kali pergantian Kapolda.
Sejumlah prestasi telah ditorehkan oleh masing-masing Kapolda saat memimpin Polda Gorontalo. Salah satunya adalah prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Kapolda Gorontalo ke-9 Brigjend Pol Hengkie Kaluara. Jenderal bintang satu yang juga merupakan putera kelahiran Gorontalo itu, berhasil mencanangkan program Kawasan Aman di sejumlah wilayah di Gorontalo. Program ini mendapat apresias luar biasa dari sejumlah petinggi Polri dan mendapat pengakuan dari dunia internasional. Program kawasan aman yang merupakan pemaksimalan masyarakat yang ada di tingkat Kelurahan atau desa untuk ikut menjaga dan menyelesaikan masalah yang ada di daerahnya itu, bahkan membuat Kepolisian Jepang harus menugaskan sejumlah perwira polisinya datang ke Gorontalo untuk mempelajari penerapan program Kawasan aman.
Sementara itu, prestasi terkini Polda Gorontalo adalah hadirnya SPN Batudaa, Gorontalo. Di bawah kepemimpinan Kapolda Gorontalo, Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail,MH, selain stabilitas keamanan tetap terjaga dengan baik, mantan Wakapolda Jambi itu juga berhasil mewujudkan SPN Batudaa meski tanpa sepeserpun anggaran dari Mabes Polri.
Polda Gorontalo sendiri sejauh ini bertekad untuk meraih kepercayaan masyarakat dengan terus meningkatkan profesionalitas melalui pengabdian kepada seluruh masyarakat Gorontalo dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. (kif/tr-45/hargo)
