Hargo.co.id – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di awal pekan ini diharapkan dapat kembali menguat dimana aksi jual diharapkan dapat berkurang untuk menjaga IHSG tidak melemah lebih dalam.
Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, kembali turunnya IHSG di akhir pakan lalu menunjukan ketidakmampuan IHSG dalam menyerap adanya sentimen positif dari dalam negeri dimana pelaku pasar masih panik berlebihan.
Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran batas bawah (support) 6.243-6.258 dan batas atas (resisten) 6.291-6.311,†ujarnya di Jakarta, Senin (16/4).
![]()
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia, tepat penyelenggara perdagangan saham PT BEI berkantor (DOK.MIFTAHULHAYAT)
Reza menjelaskan, aksi jual kembali menerpa IHSG dimana cenderung melemah dan bergerak anomali dibandingkan pergerakan bursa saham Asia yang cenderung menguat dengan sentimen meredanya ketegangan perang dagang AS-Tiongkok.
Aksi jual kembali terjadi sehingga membuat laju IHSG kembali melanjutkan pelemahannya,†tuturnya.
Padahal terdapat sentimen positif dimana Moody’s menaikkan Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil. Kembali tertahannya Rupiah dan masih adanya aksi jual asing membuat laju IHSG cenderung melemah. Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG melemah lebih lanjut,†tandasnya.
(mys/JPC)
