Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya Kepolisian di Pohuwato untuk menurunkan bendera kontestan Piala Dunia, masih berlanjut. Sementara di Kota Gorontalo justru dibiarkan terus berkibar
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polres Pohuwato telah menurunkan bendera negara kontestan Piala Dunia. Alasannya, itu melanggar PP 41 tahun 1958.
Hingga saat ini, penurunan bendera terus dilakukan oleh Polres Pohuwato. Ini seperti yang telah dilakukan di Paguat, yang mana Polres Pohuwato menurunkan 15 bendera negara kontestan piala dunia yang berukuran raksasa.
Hanya saja, sebagaimana instruksi dari Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza,SIK,M.Sc, seluruh bendera tersebut langsung diturunkan oleh anggota Sabhara yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara Iptu Muhlis Ambosaba,SE,SH.
BACA JUGA :Â Bendera Kontestan Piala Dunia Diturunkan di Pohuwato
Dikatakan Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK,M.Sc melalui Kasat Sabhara Iptu Muhlis Ambosaba,SE,SH, ini merupakan instruksi Kapolres Pohuwato. Hal tersebut tidak lain untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang aturan dan rasa nasionalisme.

“Silahkan mendukung negara piala dunia, tapi jangan sampai membuat rasa nasionalisme kita memudar. Seharusnya bendera kita lah yang dipasang di depan rumah atau jalan-jalan raya, bukan bendera negara asing,†katanya.
Apa yang dilakukan oleh Polres Pohuwato, justru tak Nampak di Kota Gorontalo. Buktinya, bendera kontestan Piala Dunia masih berkibar. Belum ada alasan kenapa masih berkibar. Pastinya, itu tak mengurangi nasionalisme mereka. (kif/vr/hg)
