Hargo.co.id, GORONTALO – Perpanjangan pekerjaan atau pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boliyohuto dipertanyakan. Pasalnya pembangunan RSUD yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah terindikasi ada penyimpangan dalam pelaksana karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga Desember 2018 lalu.
Pekerjaan yang menggunakan DAK sebesar Rp 19 miliar itu, hingga batas waktu yang diberikan hanya bisa menyelesaikan hingga 51 persen. Sehingga secara otomatis sisa anggaran yang bernilai kurang lebih Rp 9 miliar hangus dan dikembalikan lagi pada khas negara.
Kepada media ini, aktivis anti korupsi, Rahmat Mamonto mengungkapkan bahwa saat ini pekerjaan rumah sakit tersebut terus dilanjutkan. Bahkan hingga dua kali perpanjangan kontrak dengan menggunakan dana pribadi. Selanjutnya akan digantikan dengan anggaran APBD Kabupaten Gorontalo.
“Makanya saya melihat ini ada kong kalingkong didalamnya. Saya meminta kepada DPRD Kabgor utamanya Komisi III agar tidak menutup mata. Pasalnya anggaran pemerintah Kabgor minim, kemudian masih dipakai lagi untum mengganti biaya perpanjangan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kabgor Sahmid Hemu menjawab pertanyaan apakah itu memungkinkan untuk dibayarkan pada APBD induk maupun perubahan menegaskan, DPRD tetap berpatokan pada norma-norma yang ada.
Dikatakan oleh Sahmid, kalau misalnya nomenklaturnya yang dipersiapkan pada APBD perubahan maupun induk pada tahun berikutnya, nomen klaturnya apa, karena tidak mungkin menggunakan nomen klatur kelanjutan pembangunan rumah sakit, karena sudah selesai, sehingga dikatakan tidak mungkin. Namun demikian menurut Sahmid, DPRD tetap menunggu sebagai fungsi pengawasan.
“Regulasi mana yang akan digunakan ini yang akan kita tunggu. Yang jelas saat ini pihka eksekutif sedang melakukan kajian-kajian apakah dimungkinkan atau, ada regulasu baru. Karena bisa saja ada regulasi baru tapi belum kita ketahui. Apakah mekanisme pencairan DAK ini sudah berubah dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena anggaran Rp 9 miliar ini bukanlah anggaran yang main-main,” tegasnya. (ded/hg)
