Kos-kosan di Marisa Ludes Dilalap Api

×

Kos-kosan di Marisa Ludes Dilalap Api

Share this article
Ilustrasi. Kos-kosan di marisa ludes terbakar dan duduga karena puntung rokok. (Foto Istimewa/Sumber Google)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pagi kemarin (26/2) warga Marisa, Pohuwato dihebohkan dengan terbakarnya sebuah kos-kosan semi permanen tepatnya di Desa Palopo kompleks Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato. Dugaan sementara kebakaran yang menimpa kos-kosan milik Rizamal Lihawa ini diakibatkan oleh api dari puntung rokok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Gorontalo Post, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Api berasal dari kamar nomor 6 yang berada pada lantai 2. Berbeda dengan lantai 1 yang merupakan bangunan permanen, konstruksi lantai 2 yang hanya berupa papan, kayu dan tripleks itu dengan cepat dilalap si jago merah.

Api terus merambat ke seluruh bagian kos-kosan yang memiliki total 28 kamar itu. Pada pagi itu, para penghuni kos-kosan yang terdiri dari para pekerja kantoran dan mahasiswa ini sebagian besarnya sedang beraktifitas di luar kost. Masyarakat dan para penghuni kos-kosan lain pun berupaya menyelamatkan barang-barang serta memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Selang beberapa menit kemudian mobil dari pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tim pemadam langsung melakukan upaya pemadaman dengan dibantu oleh personil Polres Pohuwato, personil Kodim 1313 Pohuwato beserta masyarakat sekitar yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pohuwato AKBP Agus Widodo.

Dan sekitar pukul 11.40 Wita api berhasil dipadamkan. Dari total 28 kamar, 15 diantaranya ludes terbakar. Sementara dari ke 15 kamar yang terbakat itu terdapat 6 kamar yang berpenghuni. Malangnya mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena saat itu sedang tidak berada di kos-kosan.

Isnawati Ngoli (46) yang merupakan penjaga kos-kosan dalam keterangannya menjelaskan bahwa api bermula dari kamar lantai 2 tepatnya di kamar nomor 6 yang berada di dekat kamar mandi. Sebelum kebakaran tersebut dirinya melihat ada beberapa Siswa Sekolah sedang duduk-duduk di teras lantai atas. Dimana dari informasi yang beredar bahwa lokasi lantai 2 kos-kosan tersebut kerap dijadikan tempat nongkrong para siswa untuk merokok.