Hargo.co.id, GORONTALO – Tokoh masyarakat Gorontalo Rachmad Gobel, mengatakan bila sebenarnya Gorontalo memiliki kekayaan yang luar biasa. Sehingga, bagi Rachmad, sudah sepantasnya Gorontalo keluar dari kemiskinan yang masih melanda provinsi tersebut.
Menurut Gobel, selama 18 tahun berdirinya provinsi Gorontalo, tanah kelahirannya tersebut belum bisa keluar dari kemiskinan. Dari data survei yang dimiliki oleh Rachmad, Gorontalo masih masuk 5 besar provinsi termiskin di Indonesia.
“Saya sudah lihat selama 18 tahun berdirinya provinsi ini, apa puas kita dengan pembangunan ini selama ini. Berdasarkan survei, Gorontalo masih masuk 5 besar provinsi termiskin di Indonesia,” kata Rachmad, Sabtu (9/3/2019).
“Ini harusnya bisa kita perbaiki dan kehidupan kita harus lebih baik daripada saat ini,” lanjutnya.
Menurut Utusan Khusus Presiden untuk Jepang itu, Gorontalo sebenarnya dikaruniai kekayaan berupa lahan yang sangat luas. Karenanya, Rachmad akan mengupayakan agar lahan yang luas tersebut bisa dioptimalkan sebagai lahan pertanian, perkebunan dan peternakan.
Rachmad sendiri memiliki cita-cita agar Gorontalo bisa swasembada pangan serta memiliki kedaulatan pangan. Sebab dengan begitu, Gorontalo akan keluar dari jurang kemiskinan.
“Kekayaan kita luar biasa. Kita dianugerai oleh Tuhan memiliki lahan besar. Lahan tersebut harus kita optimalkan untuk pertanian, perkebunan dan peternakan,” tegas Ketua DPP NasDem bidang perekonomian itu.
“Kita jadikan Gorontalo ini swasembada dan memiliki kedaulatan pangan. Agar Gorontalo tidak dikatakan miskin lagi,” sambungnya.
Bagi Rachmad, apa yang dicita-citakan olehnya bukanlah hal yang muluk-muluk. Namun, hal tersebut harus dilandasi dengan kemauan dan keikhlasan dalam bekerja. Bila semua komponen masyarakat mau bersama-sama menyatukan tekad, maka Rachmad yakin dalam waktu yang tidak lama lagi, kehidupan di Gorontalo akan lebih baik dan lebih sejahtera.
“Tidak ada lagi istilah miskin harusnya untuk Gorontalo ini, kalau kita ada kemaunan dan keikhlasan dalam bekerja. Saya yakin akan hal itu,” ucap pemilik gelar adat Ti Bulilango Hunggia itu.
“Kasih kesempatan untuk saya berbakti bagi masyarakat Gorontalo. Sudah cukup kita 18 tahun dalam kemiskinan. Kalau masih begini-begini saja tidak ada gunanya (mekar menjadi provinsi),” tegasnya. (adv)
