Hargo.co.id GORONTALO – Harapan Masyarakat Gorontalo untuk bisa menikmati fasilitas megah Terminal Bandara Djalaluddin  yang baru, ternyata belum bisa terpenuhi, pasalnya hingga saat ini Bandara tersebut masih dalam proses perampungan fasilitas pendukung.
Sejatinya bandara  yang diresmikan pada tanggal 1 Mei 2016 itu, sudah beroperasi pada tanggal  15 Mei 2016, sesuai pernyataan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan.  Mantan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu menyampaikan bila salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gorontalo tersebut akan beroperasi dalam dua pekan mendatang.
Sayang, jauh api dari panggang. Harapan untuk menikmati layanan dan fasiltas bandara megah tersebut belum kunjung terwujud. Hingga kemarin (18/5), belum terlihat tanda-tanda bila bandara baru Djalaluddin Gorontalo akan mulai dioperasikan.
Pantauan awak media, kondisi terminal baru sepi. Semua pintu baik yang di loket kedatangan maupun keberangkatan dalam keadaan terkunci. Tak ada aktivitas maupun kegiatan petugas di sekitar bandara baru.
Molornya pengoperasian terminal baru itu mengundang keprihatinan di kalangan warga, terutama penumpang pesawat. Pasalnya, mereka sudah menantikan beroperasinya terminal baru. “Padahal ingin sekali menggunakan bandara baru.
Tapi sayang belum beroperasi,” ujar sejumlah penumpang tujuan Gorontalo-Jakarta, kemarin.
Molornya pengoperasian terminal baru Bandara Djalaludin Gorontalo ternyata dipicu beberapa faktor yang harus segera dibenahi. Di antarnaya, ketersediaan listrik, kesiapan sumber daya manusia (SDM) hingga kesiapan pihak maskapai.
