Perputaran Uang Di Lokasi Wisata Hiu Paus Capai Rp 10 Juta/Hari

×

Perputaran Uang Di Lokasi Wisata Hiu Paus Capai Rp 10 Juta/Hari

Share this article
Untuk bisa memanfaatkan fasilatas di lokasi Hiu Paus, masyarakat bisa menghubungi loket yang sudah disediakan. (Foto Jalal Khan/GP)

Hargo.co.id Gorontalo – Kehadiran Hiu Paus di wilayah perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Bone Bolango membawa berkah. Terutama bagi masyarakat setempat. Betapa tidak, keberadaan destinasi wisata yang mencuat pada April 2016 lalu itu mampu mendongkrak perekonomian warga Desa Botubarani.

Awalnya sebelum keberadaan Hiu Paus mencuat, kebanyakan masyarakat di Desa Botubarani berprofesi sebagai nelayan. Pendapatan yang diperoleh setiap hari tak menentu. “Kalau lagi dapat ikan banyak bisa Rp 150-200 ribu.

Tapi kalau musim ombak dan ikan sedikit hanya sekitar Rp 50 ribu. Bahkan terkadang (ikan) hanya cukup untuk makan keluarga,” ungkap Pulu, salah seorang warga setempat.
Namun seiring mencuatnya hiu paus berdampak signifikan terhadap perekonomian warga setempat.
Kedatangan para wisatawan baik lokal, luar daerah hingga mancanegara mendongkrak pendapatan masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Hiu Paus (Pokdarwis) Yansur Pakaya kepada Gorontalo Post mengaku, keberadaan wisata hiu paus itu membantu peningkatan kesejahteraan warga. Bahkan, sejak membeludaknya pengunjung, warga Desa Botubarani mendapatkan penghasilan tambahan, baik itu sebagai penjual makanan, joki perahu, Tukang Parkir hingga Penjual limbah kepala udang.

“Kami tentu saja sangat bersyukur dengan kehadiran hiu paus ini, karena kalau dulu warga disini hanya melaut, sekarang sudah punya penghasilan tambahan, bahkan jumlahnya lumayan besar,” jeasnya.