Hargo.co.id, GORONTALO-Perayaan lebaran ketupat tahun ini berhasil tercatat rekor dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebanyak 34.331 disajikan secara bersamaan pada perayaan lebaran ketupat yang berpusat di Kampung Jawa, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Jumat (22/6).
Jumlah ketupat yang disajikan tersebut berhasil mengalahkan jumlah yang disajikan oleh Pemkot Jakarta Barat pada 2012 silam. Saat itu Pemkot Jakarta Barat menyajikan 30 ribu ketupat dan tercatat dalam MURI.
Sedianya, jumlah ketupat yang disediakan sebanyak 40.400 buah. Namun setelah dilakukan perhitungan dan verifikasi, jumlah yang dicatatkan MURI sebanyak 34.331 buah.
“MURI melakukan penghitungan secara detail. Ketupat-ketupat yang masih ada di dalam wadah diminta keluarkan lalu dihitung. Setelah beberapa jam, didapatkan jumlah ketupat 34.331 ketupat yang disediakan,†ujar Manajer MURI Triyono.
Sementara itu informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pembuatan ketupat 34 ribu buah tersebut menyedot beras sedikitnya 2.200 liter. Jumlah tersebut diperoleh Gorontalo Post dari jumlah beras yang digunakan masyarakat Desa Yosonegoro untuk membuat ketupat dalam rangka perayaan lebaran ketupat. Rata-rata untuk pembuatan 1.000 buah ketupat, beras yang digunakan lebih kurang 65 liter. Sehingga dengan penggunaan tersebut, maka untuk 34 ribu ketupat dibutuhkan sedikitnya 2.200 liter beras.
“Beras yang digunakan beras pulo (ketan) dan beras biasa. Untuk 1.000 ketupat biasanya 40 liter beras pulo dan 25 beras biasa,†ujar

Sudirman Suratinoyo, salah seorang warga Desa Yosonegoro.
Jumlah beras yang digunakan itu belum termasuk pembuatan nasi jaha (lemang) dan dodol yang turut menjadi sajian khas perayaan ketupat.
Selain beras, kebutuhan daging sapi dan daging ayam juga cukup besar dalam pelaksanaan perayaan ketupat. Di Desa Yosonegoro dan sekitarnya, rata-rata jumlah daging sapi dan daging ayam yang disiapkan di setiap rumah lebih kurang 10 kilogram. Bahkan untuk rumah/keluarga yang memiliki banyak kenalan dan kerabat, maka jumlah yang disediakan bisa lebih mencapai dua hingga tiga kali lipat.
Sementara itu untuk arus lalu lintas di wilayah kampung jawa pada pelaksanaan lebaran ketupat kemarin sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya di seputaran kampung jawa dilanda kemacetan parah, maka kemarin arus lalu lintas meski padat namun tetap bergerak. Hal itu seiring dilakukannya rekayasa lalu lintas. Yakni pengalihan arus lalu lintas ke jalur Gorontalo Outer Ring Road (GORR) tepatnya di dekat tugu ketupat, Desa Tunggulo.(gp/hg)
