GORONTALO, Hargo.co.id – Pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus dilakukan. Upaya tersebut diidentifikasi dengan masih tingginya penyebaran virus DBD di sejumlah Kelurahan di Kota Gorontalo.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gorontalo Abdul Haris Ahmadong menyebutkan sepanjang tahun 2017 sampai 2018, setidaknya masih terdapat 25 Kelurahan yang endemik terhadap penularan DBD.
“Ada 25 Kelurahan yang masih terdapat kasus demam berdarah sampai tahun 2018 ini. Dan beberapa kelurahan lain lagi yang statusnya potensial,” kata Abdul Haris Ahmadong, Senin (19/3).
Walaupun angka kasus DBD mengalami trend penurunan pada tahun 2017 yakni 76 kasus. Tetapi akumulasi kasus DBD per-maret 2018 berjumlah 111 kasus, angka itu disinyalir masih tergolong tinggi.
Menurut Abdul Haris, keterlibatan masyarakat sangat diharapkan untuk menekan tingginya penyebaran penyakit menular ini. Caranya dengan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di sekitar rumah, memperhatikan kaleng-kaleng bekas yang tertampung air, dan memperhatikan genangan air. “Sumbernya terletak pada lingkungan yang tidak sehat,” kata Abdul Haris.
Abdul Haris juga mengingatkan upaya pencegahan dengan menggunakan semprotan pestisida, bukanlah solusi yang ideal. Sebab menurutnya, pestisida yang disemprotkan tersebut, juga mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
“Pencegahan dengan melakukan semprotan pestisida, akan menimbulkan efek baru bagi kesehatan. Jadi kita upayakan untuk tidak menyemprot,” beber Abdul Haris. (tr-60)
