Sebelum menetapkan status KLB sendiri, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo sudah melakukan berbagai upaya, baik preventif maupun promotif, sosialisasi hingga pelaksanaan fogging. Bahkan untuk tindakan fogging sendiri sudah dilakukan di 24 kelurahan Se-Kota Gorontalo yang menjangkau 70 ribu rumah.
“Sosialisasi sudah kami lakukan dan sementara kita lakukan dan akan terus kita lakukan. Kami juga door to door melakukan investigasi, melakukan survei kecil-kecilan tentang seberapa pahamkah masyarakat tentang DBD, apakah sosialisasi selama ini ditanggapi atau tidak,” terangnya.
Hanya saja, lanjutnya, tindakan Dikes tak akan berarti jika masyarakat tidak peka dengan kondisi saat ini. Masyarakat diharapkan bisa ikut membantu, minimal dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.
“Sebab, trend kasus yang terjadi saat ini sebagian besar atau 80 persen penderita DBD adalah anak-anak. Waktu nyamuk DBD menyerang pada siang dan sore hari,” jelasnya.(tr-48/nat/hargo)
