Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



ABG Melahirkan, Warga Geram Ayahnya Bayi Misterius

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 23 Agustus 2017 | 13:57 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Warga pesisir pantai Desa Molotabu, Kabila Bone, Bone Bolango (bonbol), dibuat gempar, Ahad (20/8). Ini menyusul adanya isu seorang ABG, sebut saja namanya Bunga, (13), tengah melahirkan seorang bayi laki-laki. Yang membuat warga geram, bocah polos itu diduga menjadi korban aksi bejat ayah kandungnya sendiri.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kabar tersebut kian menyebar di tengah-tengah masyarakat pasca persalinan Bunga di Puskesmas Kabila Bone sekitar pukul 23.00 Wita.

Yang membuat reaksi warga kian keras adalah Bunga diketahui merupakan seorang gadis beranjak dewasa yang baik-baik dan sama sekali tidak memiliki teman laki-laki. Warga setempat pun mencurigai bahwa pelakunya di lingkungan sekitar korban. Bahkan, warga pun tak segan-segan mengatakan bahwa pelakunya diduga kuat adalah ayah kandungnya sendiri.

Sebelumnya, perkara Bunga yang sudah berbadan dua ini sudah dilaporkan ke Mapolres Bonbol sekitar 2 bulan lalu. Namun saat dilakukan pemriksaan oleh unit PPA, bocah yang masih duduk di bangku SMP ini tersebut kerap linglung saat dicecar pertanyaan hingga enggan mengakui siapa yang melakukan tindakan asusila terhadap dirinya.

Pasalnya, Bunga diketahui tidak pernah menjalin hubungan asmara dengan laki-laki sejawatnya. Bahkan dia lebih dikenal sebagai anak rumahan di kalangan masyarakat.

Saat dikonfirmasi kepada ayah korban yakni, S (40), Warga Molotabu, Kabila Bone itu lebih memilih diam seribu bahasa. Bahkan S yang diketahui berprofesi sebagai nelayan itu enggan mengomentari kecurigaan masyarakat yang dilontarkan terhadap dirinya terkait siapa yang harus bertanggung jawab atas lahirnya “cucunya” itu.

Terpisah, Kepala Unit PPA Polres Bonbol, Aiptu Helpis Ntuio, mengungkap, saat ini kasus tersebut tengah ditanganinya. “Kami masih terus melakukan upaya pemeriksaan terhadap orang-orang terdekatnya untuk dimintai keterangan,” kata Helpis.

Soal wacana yang terlanjur menghangat di masyarakat, pihaknya belum bisa memastikannya. “Kami tidak bisa berspekulasi soal siapa yang melakoni tindakan kejam tersebut. Ada protabnya (prosedur tetap). Kami masi terus bekerja untuk mengungkap kasus ini,” Pungkasnya.(tr-54/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar