Abrasi Hantam Sungai di Randangan

×

Abrasi Hantam Sungai di Randangan

Sebarkan artikel ini
Kondisi abrasi sungai di Desa Ayula Kecamatan Randagan. Foto ini diambil pada Kamis (28/7) kemarin. ( Foto Felix Idrus / Gorontalo Post).

Hargo.co.id RANDANGAN – Fenomena alam seperti abrasi menjadi ancaman bagi warga dan lahan pertaniannya yang berada dibantaran sungai. Betapa tidak debit air sungai begitu besar mengakibatkan pengikisan tanah yang ada disekitar badan sungai.

Hal ini dapat dilihat di Desa Ayula Kecamatan Randangan kemarin (28/7) yang mana abrasi hantam sungai di desa tersebut. Berdasarkan pantauan Gorontalo Post (group Hargo), kondisi air sungai mulai mengikis tanah yang berada di sekitaran badan sungai, sehingga tanaman maupun pepohonan yang ada disekitar terbawa arus sungai.

Pengikisan secara terus menerus akan berimplikasi terhadap berkurangnya luasan lahan pertanian yang ada di bantaran sungai. Selain itu, daerah aliran sungai semakin melebar.

Apalagi sungai terbesar di Kecamatan Randangan itu belum dilengkapi dengan bronjong untuk menghalangi terjadnya erosi sungai. Warga berharap agar sepanjang badan sungai bisa disertakan dengan bronjong khsusnya yang berada di kawasan pemukiman penduduk.

Slamet salah seorang warga yang sempat berbincang – bincang dengan Gorontalo Post mengakui jika kerusakan lahan pertanian akibat abrasi sungai, sehingga tanaman menjadi rusak serta lahan mereka semkain berkurang.

“Kalau ada bronjong pasti lahan kami akan terlindungi, tidak terjadi lagi abrasi sungai yang notabenenya merusak lahan – lahan penduduk, apalagi dimusim penghujan pasti akan membawa petaka bagi warga yang tinggal dibantaran sungai, sehingga sebagai masyarakat kami berharap persoalan ini bisa ditindak lanjuti oleh Pemerintah daerah terutama balai sungai,” terangnya. (tr-30/hargo)