Ada Pungli di Ospek IAIN?

×

Ada Pungli di Ospek IAIN?

Sebarkan artikel ini
MASA ORIENTASI - Ratusan mahasiswa baru di kampus II IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sedang mengikuti kegiatan PBAK atau umumnya disebut Ospek diam-diam mengeluhkan adanya pungutan dari panitia sebesar Rp 200 Ribu. Rektorat pun sebelumnya mengaku sudah mengeluarkan peringatan agar tidak ada lagi kegiatan pungutan

Hargo.co.id GORONTALO – Kegiatan Pengenalan Budaya Akademi dan Kemahasiswaan (PBAK) atau yang lebih familiar disebut Ospek di Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo diterpa isu tak sedap. Mahasiswa baru (Maba) mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) oleh panitia PBAK yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Adapun pungutan yang dikeluhkan Maba ini sebesar Rp 200 Ribu per orang. Padahal, sesuai pengumuman dari pihak rektorat, bahwa tidak ada lagi pungutan pada saat kegiatan pengenalan aktivitas kampus tersebut.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelumnya pihak rektorat sudah mengeluarkan peringatan kepada panitia agar kegiatan PBAK untuk tidak lagi melakukan pungutan selain yang memang sudah ditentukan rektorat. N, salah seorang Maba mengaku, semenjak mendaftar, rektorat sudah pernah menegaskan bahwa tidak ada lagi pungutan-pungutan.

“Dari awal, kami sudah diberitahu tidak akan ada pungutan lagi dalam bentuk apapun,” kata N yang turut dibenarkan Maba lainnya. Namun, tiba masuk kegiatan PBAK, mereka dimintakan iuran sebesar Rp 200 Ribu per Maba.

Presiden BEM IAIN Sultan Amai, Nasar Pakaya membenarkan adanya ketetapan panitia PBAK untuk dana partisi dari Maba dalam kegiatan tersebut. Namun dia membantah dana partisipasi tersebut diartikan sebagai pungli.

“Kami tidak serta merta melakukan pungutan liar, tetapi ini ada pengembalianya. Ada sembilan item atribut yang akan kami berikan dan saya tegaskan ini tidak dipaksa karena sudah ada kesepakatan antara panitia dan maba selaku peserta PBAK,” tandasnya.

Berbeda yang disampaikan Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Said Subhan Posangi.

Menurutnya, pihaknya sudah mengeluarkan larangan terhadap panitia PBAK untuk melakukan pungutan baru kepada Maba. Dan jika itu ternyata benar, dan diketahui oleh tim Saber Pungli, maka akan fatal akibatnya.

“Saya sudah tegaskan, pihak rektorat tidak akan mengizinkan panitia untuk melakukan pungutan lain dalam bentuk apapun. Jika diharuskan, ‘kan ada ketetapan atau prosedur yang harus dipatuhi,” tegas Said.

Dia menegaskan, pihak rektorat sudah pasti akan bertindak jika benar adanya. Karena, jika fenomena itu dibiarkan, maka pihaknya pun akan menerima imbasnya.

“Kami meminta kepada panitia PBAK untuk transparan dengan pungutan ini sehingga diluar sana tidak ada isu pungutan liar yang dialamatkan kepada panitia karena dari sekian banyak Maba ini ada yang tidak setuju meski sudah melalui kesepakatan antar panitia dan Maha,” pungkasnya.(tr-56/hg)