‘Al-Ishlah Family’ Menyatu pada Milad ke 25

×

‘Al-Ishlah Family’ Menyatu pada Milad ke 25

Sebarkan artikel ini
Pemandangan menarik pada Milad Al-Ishlah ke 25 yakni mereka membaur jadi satu untuk menikmati makanan yang dibawa dari rumah masing-masing. (Foto: Hargo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ada yang menarik dari puncak peringatan Milad Al-Ishlah ke 25 tahun ini. Yakni, para pengurus yayasan, guru, siswa, alumni dan orang tua siswa (Al-Ishlah Family) berbaur jadi satu.

Informasi yang berhasil dihimpun, puncak perayaan Milad Al-Ishlah digelar di  Lapangan Kompi, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo pada Ahad, (16/10/2022). Berbagai lomba digelar guna memeriahkan acara tersebut dengan melibatkan siswa, guru dan orang tua siswa. 

Dimulai dari pelepasan dua merpati, pengguntingan balon, jalan sehat pemotongan tumpeng. Selain itu, diadakan juga lomba tradisional yang diikuti oleh orangtua dan siswa seperti tarik tambang, bakiak, estafet sarung, tebak kata. 

Menurut Ketua Panitia, Cicin Nango, sejumlah lomba sudah digelar sejak 10 Oktober 2022 lalu. Namun, sebagian pula lomba yang digelar pada puncak perayaan.  

“Untuk lomba bukan hanya diikuti oleh siswa saja, tapi diikuti oleh guru dan orangtua siswa juga,” katanya

Masih pada kesempatan yang sama, Cicin Nango mengungkapkan bahwa berbagai jenis lomba eksternal yakni lomba yang bisa diikuti oleh sekolah lain ada pula lomba internal yang diikuti siswa dari Al-Ishlah sendiri. Beberapa jenis lomba seperti lomba mewarnai, lomba hafalan, adzan dan busana muslim. Untuk keluarga yakni membuat Buku Komik Islami, hafalan surat pendek. Ada juga lomba khusus guru yakni membuat buku karya guru.

Tak tanggung-tanggung, sebagai ‘imbalan’ bagi yang menang telah diberi piagam penghargaan, piala dan bingkisan sehingga semakin menambah antusias peserta lomba.

Namun ada pemandangan yang tak kalah menariknya, yakni saat menyantap makanan yang tersedia, ‘Al Ishlah Family’ berbaur menjadi satu. Mereka menggelar alas dan duduk bersilah di lapangan guna menikmati makanan yang tersedia. 

Perlu dijelaskan, selain dari panitia, orang tua siswa juga membawa makanan dari rumah masing-masing. Selanjutnya, makanan diatur di meja berdasarkan jenjang pendidikan. Mulai dari jenjang Kelompok Belajar, Raudhatul Athfal (RA/TK), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu (MIT/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan SMA Terpadu. 

“Kami semua (pengurus yayasan, guru, siswa, orang tua siswa, alumni dan lainnya) berbaur jadi satu. Bebas mengambil makanan di mana saja sehingga menampilkan rasa kekeluargaan. Kami berharap pada Milad ke 25 ini, Yayasan Al-Ishlah semakin kokoh dan semakin mengedepankan nilai-nilai Islami kepada anak didik, orang tua dan masyarakat sekitar,” kunci Cicin Nango. (***)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis Rita Setiawati