Di antara negara-negara UE yang lain, Inggris-lah yang sistem kesejahteraannya paling stabil. Karena itu, Inggris menjadi jujukan para pekerja UE.
Aturan UE tentang batas wilayah, menurut Inggris, juga menjadi salah satu faktor pemicu membanjirnya pekerja UE di Negeri Ratu Elizabeth II tersebut.
Sebab, sebagai warga negara sesama anggota UE, para pendatang tidak perlu mengurus banyak dokumen dan persyaratan yang rumit. Mereka bisa bebas keluar masuk negara-negara anggota UE.
Hingga kini, penduduk Eropa Timur yang paling banyak menikmati fasilitas dari Inggris. Sebab, mereka mendominasi jumlah pekerja asing alias pendatang di sana.
â€Ini (proposal Inggris) terdengar seperti diskriminasi bagi kami,’’ terang perwakilan pemerintah Polandia, salah satu negara Eropa Timur yang menyumbang banyak pekerja asing di Inggris.
Jika Inggris dan UE mencapai kesepakatan tentang Brexit pada pertemuan hari kedua, Cameron segera terbang kembali ke London. Dia bakal menggelar rapat kabinet terbatas dan menjadwalkan referendum.
Lewat referendum itu, masyarakat Inggris akan menentukan sikap mereka. Yakni, bertahan atau keluar dari UE. Belakangan, dukungan untuk ’’No’’ alias keluar dari anggota UE meningkat. (AFP/Reuters/BBC/hep/c4/ami/hargo)
