Gorontalo, Hargo.co.id – Keberadaan anak jalanan di Kota Gorontalo kian menjamur. Buktinya di beberapa tempat strategis seperti perempatan Jalan Nani Wartabone dan jalan Sultan Botutihe banyak gerombolan anak jalanan yang cekatan mengamen saat lampu merah.
Yuni (11) salah satu anak jalanan ini mengaku sengaja untuk mengamen karena ingin mencari tambahan uang jajan. Bocah yang masih kelas 5 SD ini mengaku turun ke jalan usai pulang sekolah.
“Mau minta uang sama papa tidak ada, jadi saya ikut dengan teman-teman cari uang sendiri,” kata Yuni yang mengaku tinggal di Kelurahan Padebuolo ini. Yuni merupakan salah satu anak yang beruntung karena menurutnya, beberapa teman “seprofesinya” sudah putus sekolah.
Seorang pengendara, Rahmat Didipu (22), sangat menyayangkan jika anak-anak seperti mereka tidak diawasi oleh orang tuanya. Karena, kata Rahmat, seharusnya mereka bermain di rumah dan belajar.
Menurutnya, kondisi anak jalanan di Kota Gorontalo itu masih didominasi oleh orang dari daerah tetangga. Dan khusus anak-anak jalanan ini kebanyakan masih ikut-ikutan.
Dinas Sosial Kota Gorontalo, melalui Kabid Rehsos dan Limjamsos, Endang Mertosono, mengatakan, selama ini pihaknya sudah memanggil dan menemui keluarga anak jalanan untuk diberikan penyuluhan dan pelatihan bagi anak-anak tersebut. “Mereka diantaranya masih ada yang sekolah di SD dan banyak yang sudah putus sekolah,” jelas Endang.
Bagi anak jalanan yang masih sekolah, Dinas Sosial, kata Endang, sudah mendatangi pihak sekolah agar dapat memperhatikan anak tersebut. Sedangkan yang sudah putus sekolah, pihaknya telah memberikan pelatihan dan bimbingan usaha, “Tapi tetap saja mereka melakukan kegiatan di traffic light,” tandas Endang keheranan.(tr-59/hg)
