Anas Jusuf Minta Budidaya Ikan Lewat KJA Dimaksimalkan

×

Anas Jusuf Minta Budidaya Ikan Lewat KJA Dimaksimalkan

Sebarkan artikel ini
Bupati Boalemo Anas Jusuf, bersama pihak DKP Boalemo, tampak menabur bibit ikan di salah satu KJA milik kelompok nelayan di Boalemo. (Foto : Istimewa)
Bupati Boalemo Anas Jusuf, bersama pihak DKP Boalemo, tampak menabur bibit ikan di salah satu KJA milik kelompok nelayan di Boalemo. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bupati Boalemo, Anas Jusuf, ingin budidaya ikan pada Keramba Jaring Apung (KJA) milik kelompok nelayan, terus dimaksimalkan. Menurut Kepala Daerah, bisnis ini cukup menjanjikan. Ini kata Anas Jusuf, adalah peluang baik untuk menumbuhkan ekonomi keluarga nelayan saat ini, apalagi usai terdampak Covid-19.

“Jaring sudah tersedia, saya berharap para nelayan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada ini secara maksimal,”pesan Anas Jusuf, ketika memonitoring salah satu KJA di Desa Tapadaa, Botumoito, Kamis, (14/04/2022), bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Boalemo Asra Umar Murad, Ketua TP-PKK Boalemo Lisna Mohi, dan para Tim dari DKP Boalemo.

Pada kesempatan itu, Kepala Daerah melepas benih ikan jenis kerapu dan bubara. Penaburan bibit tersebut, tak lain guna menambah populasi ikan di perairan laut Boalemo. Ia menuturkan, setidaknya lewat budidaya ikan alam tersebut, para nelayan di Tapadaa, telah berupaya melestarikan ekosistem laut Boalemo.

“Perairan Boalemo memiliki kekayaan alam melimpah. Diharapkan pelepasan bibit ini mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi para nelayan. Semoga pula, budidaya ikan yang kita lakukan ini, dapat meningkatkan konsumsi dan budaya gemar ikan, sebagai menu keluarga masyarakat Boalemo,” harapnya.

Senada dengan penyampaian orang nomor satu di Boalemo tersebut, Kepala DKP Boalemo Asra Umar Murad menjelaskan, bibit yang dilepas pada KJA kelompok nelayan kali ini, merupakan bibit terbaik yang diperoleh para nelayan dari alam laut sebanyak 600 ekor. 

“Satu unit KJA 8 x 8 meter, ada 4 kotak. Sedangkan satu kotaknya berukuran 4 x 4 meter, dengan padat penebaran 1 kotak kurang lebih 500 sampai 600 ekor. Jadi kalau 4 kotak x 600 ekor, total 2.400 ekor. Tadi yang kami tebar baru 600 ekor, karena baru itu bibit yang didapat nelayan dari alam,” kata Asra Umar Murad, menerangkan.

Dikatakan Asra Umar Murad, monitoring sendiri merupakan inisiatif DKP Boalemo, guna memastikan eksistensi KJA yang tersebar di perairan laut Boalemo. Alhasil, sesuai pantauan lapangan katanya, masih banyak KJA milik kelompok nelayan ini, terjaga. Ia pun berharap, fasilitas tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian.

“Alhamdulillah, sejauh ini para penyuluh perikanan juga aktif selalu memberikan pendampingan, serta mengedukasi para nelayan. Untuk monitoring KJA sendiri, apabila ada KJA yang ditemukan dalam keadaan kosong, maka akan didorong untuk segera diisi dengan bibit. Sehingga, dengan begitu apa yang diharapkan bersama dapat terwujud,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman