Thursday, 29 July 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



APRI dan RMC Buntulia Serahkan Delapan Ekor Hewan Qurban

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Tuesday, 20 July 2021 | 00:05 AM Tags: , , ,
  Penyerahan hewan qurban berupa delapan ekor sapi secara simbolis dari APRI dan RMC Buntulia kepada warga Senin (19/07/2021) pada momen Idul Adha 1442 Hijriah. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Momentum Idul Adha 1442 Hijriah, banyak dimanfaatkan manfaatkan masyarakat sebagai sarana berbagi. Tak terkecuali Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Pohuwato, bersama Responsible Mining Community (RMC) Buntulia, yang ikut membagikan 8 ekor sapi untuk dikurbankan.

Informasi yang berhasil dihimpun, delapan ekor sapi tersebut diserahkan kepada lima desa yang ada di Kecamatan Buntulia, pada Senin (19/07/2021). Menurut salah seorang pengurus APRI, Nurlaila Kadji, kegiatan yang diprakarsai APRI beserta RMC Buntulia tersebut adalah salah satu wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Dimana pembagian ternak qurban sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan beberapa tahun terakhir ini. 

“Alhamdulillah ini sudah menjadi agenda rutin kami APRI maupun RMC di setiap tahunya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC APRI Pohuwato, Limonu Hippy menjelaskan, kegiatan tersebut adalah hasil dari kontribusi para pelaku usaha pertambangan yang ada di Pohuwato untuk masyarakat. Terdapat delapan ekor sapi yang diserahkan ke APRI untuk kemudian dapat disalurkan ke desa-desa yang berada di Kecamatan Buntulia. 

APRI beserta RMC pun. kata Limonu Hippy sangat berharap hewan qurban yang diserahkan ke masing-masing desa dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat dirasakan masyarakat secara merata. 

“Adapun kelima desa penerima manfaat itu masing-masing Desa Botubilotahu dapat satu ekor, Desa Hulawa empat ekor, Desa Karya Indah satu ekor, Desa Taluduyunu Utara satu ekor, dan Desa Taluduyunu 1 ekor. Besar harapan kami, sapi qurban yang diserahkan, dapat dimanfaatkan dengan baik. Jangan lupa, saat pembagian daging kurban, tetap dengan protokol kesehatan,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Riyan Lagili

(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar