Spontanitas setelah Toni langsung berhenti guna memeriksa badan bagian belakang teryata tertancap Panah Wayer. Saat itu pula Toni langsung mendatangi Polsek Dungigi.
Saat hendak beranjak ke Polsek Dungingi, Toni melihat sesorang berboncengan dengan gerak gerik mencurigakan. Dengan kondisi lemas, Toni tidak bisa mengejar pelaku yang kabur menuju arah jalan Agus Salim.
Menurut Toni dalam wawancaranya mengatakan, selama ini dirinya tidak memiliki musuh.
Kapolsek Dungingi Iptu R Lahmuddin mengatakan, kasus Panah Wayer yang menimpa Satpol PP kota Gorontalo itu masih sementara diselediki. “Kami masih menelusuri identitas pelakunya,’kunci Kapolsek singkat. (tr-48/tr-49/hargo)
