Astaga! Bukan hanya Melukai, Hiu Paus jadi Tunggangan Pengunjung

×

Astaga! Bukan hanya Melukai, Hiu Paus jadi Tunggangan Pengunjung

Share this article

Hargo.co.id GORONTALO – Imbauan untuk tidak menyentuh hiu paus di perairan Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango tidak juga diindahkan oleh pengunjung. Bahkan dari pengamatan hargo.co.id terdapat luka dibagian tubuh  hewan yang dilindungi tersebut.

Bukan hanya itu, yang paling memprihatinkan pengunjung bukan hanya menyentuh tapi juga menungganginya. Padahal tak henti-hentinya disuarakan agar keberadaan ikan-ikan hiu paus tersebut tidak diganggu.

Parahnya lagi, mereka memamerkan foto-foto mereka yang berselfie ria bersama hiu melalui media sosial.

Seperti yang diunggah oleh pemilik akun Yerni Lamusu Nalole. Dalam postingan yang diberi judul “Berburu hiu” tersebut dirinya sedang memegang seekor hiu di permukaan laut. Gambar lainnya memperlihatkan beberapa orang pria mengejar-ngejar hiu paus bahkan menungganginya.

“Saya sudah lima hari mengelus-elus dada melihat ulah pengunjung,” ujar wartawati Antara, Debby Mano.

Debby meminta agar Pemerintah menutup sementara lokasi wisata hiu paus, jika tidak ingin semua orang rugi gara-gara hiunya kabur bahkan mati.

Melihat ulah para pengunjung yang sudah mengganggu keberadaan hiu paus ini, Wakil Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Provinsi Gorontalo Wawan Iko menegaskan sudah harus ada penjagaan oleh aparat.

Selaku pengurus POSSI, Wawan meminta agar para diver memperlakukan dengan baik hiu paus tersebut.

“Kasihan mereka juga punya perasaan seperti manusia. Jangan diperlakukan sewenang-wenang,” tandas Wawan.

Wawan meminta kepada seluruh pengurus dan anggota POSSI untuk sama-sama menjaga hewan yang dilindungi ini. Wawan juga mengingatkan para diver jangan terlalu dekat dengan hiu. Apalagi bagi diver pemula, selain mengganggu hiu paus, juga membahayakan keselamatan mereka para diver itu sendiri.

Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Provinsi Gorontalo Amran Mustapa mengatakan jika hiu ini diganggu maka mereka akan stres bahkan bisa mati.

“Kalau kondisi ekologisnya tetap terjaga dan masyarakat tdk melakukan aktifitas berlebihan dgn ikan ini, maka ikan hiu paus ini akan betah,” kata Amran.

Hal senada disampaikan aktivis lingkungan Rahman Dako. Menurutnya jika dikelola dengan baik, ini bisa jadi momentum yg baik untuk pengelolaan pesisir teluk tomini dan pariwisata. Dan Gorontalo yg menjadi leadingnya. (Fem/hargo)