“Umumnya yang berjudi itu kaum ibu-ibu. Jadi saat suaminya bekerja, ibu-ibunya bekerja sebagai pengemis. Uang penghasilan mengemis itu selanjutnya digunakan untuk bermain judi,†ungkap IR salah seorang warga yang enggan dikorankan.
IR menambahkan, awalnya warga yang bekerja sebagai pengemis hanya berjumlah beberapa orang saja, namun belakangan jumlah ini semakin lama semakin bertambah.
Apalagi didukung informasi penghasilan tinggi yang didapatkan oleh para pengemis itu, yang menyebar dari mulut ke mulut.
“Rata-rata pengemis di sini, hidupnya berkecukupan pak, bahkan ada yang rumahnya lebih besar dari rumah warga lain,†ungkapnya.
Camat Tilango Rita Idrus ketika ditemui menepis adanya warga maupun kelompok pengemis di wilayahnya. Menurut Rita, banyak pengemis yang berkeliaran di mana-mana.
“Tapi tak ada warga Kecamatan Tilango yang terlibat di dalamnya,†tegas Rita Idrus.
Rita mengakui bila memang ada beberapa warga Kecamatan Tilango yang membawa proposal untuk perbaikan masjid. Dan itu sepengetahuan pemerintah desa setempat.
“Memang banyak masyarakat kurang mampu di sini. Tetapi sebagian besar mereka pekerjaannya nelayan di Danau limboto. Sehingga tak ada warga yang berprofesi sebagai pengemis,†tutur Rita Idrus menekankan.
