Astaga! Mogok Dokter Berlanjut, RSI Gorontalo Mati Suri..?

×

Astaga! Mogok Dokter Berlanjut, RSI Gorontalo Mati Suri..?

Share this article
Kondisi ruangan Rumah Sakit Islam yang terlihat sepi.

Hal senada juga disampaikan pegawai lainnya. “Untuk pengambilan obat di apotek masih bisa dilakukan. Yang penting sesuai dengan resep dokter,” imbuh pegawai pria tersebut.
Sedianya, RSI Gorontalo dinyatakan akan beroperasi kembali pada Rabu (20/7).

Hal itu seiring keputusan rapat bersama antara Yayasan RSI, Dewan Pengawas, Komite Medik serta Pemkot Gorontalo, Senin (18/7). Rapat yang dipimpin Walikota Gorontalo Marten Taha itu dilaksanakan menindaklanjuti tuntutan mosi tak percaya yang disampaikan para dokter spesialis.

Yakni perombakan Yayasan RSI. Seiring sikap mosi tak percaya, para dokter spesialis memutuskan untuk mogok praktek. Dari hasil pertemuan diputuskan Yayasan dan Manajemen RSI Gorontalo dilebur. Sejalan dengan hal itu Ketua Yayasan RSI Gorontalo untuk sementara diserahkan kepada Idris Rahim. Sayangya, hasil keputusan rapat tersebut tak bisa dijalankan.

Informasi yang beredar, Ketua Yayasan RSI tak mau menerima hasil keputusan rapat. Bahkan menolak untuk dilakukan perombakan/dilebur. Alhasil para dokter spesialis yang tergabung dalam Komite Medik RSI Gorontalo tetap kukuh pada pendiriannya. Sehingga mogok praktek dokter terus berlanjut.

Ketua Yayasan RSI Gorontalo Idris Rahim yang ditemui Gorontalo Post usai mengisi dialog di Stasiun TVRI Gorontalo mengaku belum bisa berbuat banyak. Hal itu dikarenakan dirinya baru diusulkan menjadi Ketua Yayasan RSI.