â€Karena itu, aku bakal memberikan segalanya bagi kostum ini (Sevilla),†imbuh penyerang 31 tahun tersebut.
Llorente boleh saja memiliki semangat menggebu dinihari nanti. Namun, beberapa kendala bakal menaunginya dinihari nanti. Selain fakta bahwa Llorente bukanlah pilihan pertama entrenador Unai Emery, performa Sevilla musim ini begitu miris.
Di liga, kekalahan 1-2 di Ramon Sanchez Pizjuan dari Real Sociedad Minggu (3/4) tidak hanya membuat rekor 17 kemenangan beruntun terhenti.
Target mereka untuk finis di zona Liga Champions makin sulit lantaran selisih sembilan poin dari Villarreal yang ada di peringkat keempat.
Itu belum ditambah dengan penampilan away mereka yang sangat mengecewakan. Di La Liga, kemenangan masih belum menghantui Sevilla setiap kali melakoni pertandingan tandang dengan delapan kali seri dan lima kali kalah.
Sementara pada Liga Champions, pencapaian Los Nervionenses, julukan Sevilla, semakin membuat menangis dengan tiga kekalahan beruntun di fase penyisihan, yang kemudian diperparah dengan fase knockout Europa League dengan satu kalah dan satu seri.
