Hargo.co.id,Zetizen-GP-Â Bully yang dalam ejaan Bahasa Indonesia disebut Risak ini merupakan hal yang barangkali sudah lumrah terjadi di kalangan masyarakat, khususnya remaja. Dimana-mana, hampir di setiap kelompok remaja ada saja yang ter-isolasi, di jauhkan dari kelompok, dan di diskriminasi. Padahal membuka diri untuk mengajak berteman akan lebih keren daripada risak tanpa alasan.
Zetizen Gorontalo tahu tidak kalau orang yang mem-bully atau me-risak ini enggak jauh lebih baik daripada yang di-bully? Sumpah, benar-benar enggak keren. Mau tahu alasannya?
1. Menambah Tingkat Stress Seseorang2. Memunculkan Permusuhan
3. Membuat Korban Semakin Tidak Percaya Diri
4. Menimbulkan Ketakutan dan Trauma Berlebihan
5. Memungkinkan Tindakan Bunuh Diri
6. Memicu Perbuatan Kriminal di Kemudian Hari
Bukan hanya bagi mereka yang menjadi korban risak, tapi mereka yang me-risak juga bisa terkena dampaknya loh, seperti tidak disukai khalayak ramai, mengecewakan orang tua, hingga di-klaim sebagai orang jahat seumur hidup. Siapa yang mau seperti itu? Zetizen Gorontalo pasti enggak mau dong yaaa.
So, stop risak dan Ayo Berteman dengan siapa pun!! (ZT-11/hargo)
Melaporkan ke Pihak BerwajibÂ
Aku bersyukur karena selama ini aku belum pernah mendapatkan tindak bullying. Dan bagi aku sendiri cara menghindari tindakan bullying adalah dengan melaporkan kepada yang memiliki kewenangan seperti Wali Kelas atau petugas kesiswaan dan segera melakukan konseling kepada pihak berwajib seperti psikolog. (ZT-10)

Ardita
SMA Negeri 1 Boliyohuto
Menghormati Privasi
Menurut aku, salah satu cara untuk menghindari tindakan bullying adalah belajar menghormati privasi orang lain, seperti misalnya tidak memfoto orang sembarangan apalagi foto candid yang tidak bagus. Hal itu jelas membuat orang yg difoto tidak nyaman apalagi jika sudah smpai diupload, itu tandanya dia tidak menghormati privasi orang tersebut. Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa biasanya tindakan bullying berawal dari hal-hal kecil seperti itu. Tidak jarang orang akan menganggap hal itu sepele, tapi nyatanya dapat berdampak besar dan akan merugikan psikologis orang yang terkena bullying. Jika kita tidak ingin di-bully, maka jangan mem-bully. (ZT-08)

