Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bahaya, Penyakit Lupus Bisa Sebabkan Komplikasi Gagal Ginjal Kronik

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 19 Maret 2018 | 19:00 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan yang bisa berujung kematian dini jika terjadi komplikasi. PGK saat ini merupakan penyebab kematian ke-8 tertinggi pada perempuan, mencapai hampir 600 ribu kematian setiap tahunnya.

Salah satu komplikasi PGK ternyata ada kaitannya dengan penyakit lupus. Lupus adalah suatu penyakit autoimun. Ketua Pengurus Besar PERNEFRI dan Ketua Divisi Ginjal Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH menjelaskan banyak kondisi kesehatan pada perempuan yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya PGK.

“Lupus adalah suatu penyakit autoimun yang dapat menyerang ginjal. Lalu risiko menderita pre-eklampsia dan eklampsia selama kehamilan. Tingginya kejadian infeksi saluran kemih pada perempuan akibat struktur anatomi saluran kemih perempuan yang lebih pendek dari laki-laki, serta tingginya kejadian penyakit kanker serviks (leher rahim) yang seringkali mengakibatkan gangguan fungsi ginjal,” ungkapnya baru-baru ini.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk waspada akan kesehatan ginjal dengan cara melakukan deteksi dini gangguan ginjal. Terutama jika berisiko menderita penyakit ginjal. Seperti tekanan darah tinggi, diabetes, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, riwayat pre-eklampsia, atau menderita lupus maupun kanker leher rahim.

Data yang diperoleh dari pasien rawat jalan di Poliklinik Ginjal Hipertensi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta selama 3 tahun terakhir (2015-2017) menunjukkan bahwa pasien PGK akibat komplikasi penyakit lupus (disebut sebagai Nefritis Lupus) lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki.

Dengan angka sebanyak 88,1 persen berbanding 11,9 persen (2015), 88 persen berbanding 12 persen (2016), dan 93,6 persen berbanding 5,7 persen (2017).

Sedangkan, Data Indonesian Renal Registry, 2016 menunjukkan bahwa pasien baru gagal ginjal terminal yang memerlukan dialisis adalah 53 ribu orang dan 1 persen di antaranya (530 orang) dengan penyakit dasar nefritis lupus.

Ketua Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI RSCM Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI menjelaskan perempuan yang terkena penyakit Lupus umumnya pada usia produktif.

“Lupus itu penyakit autoimun di mana antibodi serang kita sendiri. Komplikasinya bisa ke paru-paru, ginjal, kulit. Ke ginjal bisa menyerang jika lupusnya sudah berat,” ungkap Iris.

Berbagai faktor yang menyebabkan lupus di antaranya faktor genetik, hormonal, dan lingkungan.  Lupus lebih banyak pada wanita karena dipengaruhi faktor hormonal. Akibat lupus membuat sistem imun eror dan tubuh dianggap musuh. Lupus paling awal sekali akan mengenai kulit. Perlahan keeesokan harinya akan menyerang bagian lainnya.

(ika/JPC)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar