Banggar Sebut Target PAD Belum Tercapai 

×

Banggar Sebut Target PAD Belum Tercapai 

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II, Ali Polapa
Ketua Komisi II, Ali Polapa

Hargo.co.id, GORONTALO – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gorontalo menyebutkan, target pendapatan asli daerh (PAD) belum tercapai pada 2020. Ini ditegaskan Pelapor Banggar, Ali Polapa, berdasarkan laporan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

Informasi yang berhasil dihimpun, pada laporan APBD 2020, target PAD sebesar Rp 182.581.218.392,00 namun realisasi Rp 128.156.477.764,68. Jumlah tersebut adalah akumulasi dari pajak daerah dengan target Rp 44.955.000.000,00, realisasi Rp 30.720.192.360,00. Lalu, retribusi daerah, target Rp 7.030.990.057,00 realisasi Rp 2.585.830.730,00.  

“Sedangkan pengelolaan kekayaan daerah dari target Rp 3.080.489.623,00 realisasi Rp 3.080.489.623,00. Dan lain-lain PAD yang sah, target Rp 127.514.738.712,00 namun realisasi Rp 91.769.965.051,68,” ujar Ali Polapa, Jumat (16/07/2021). 

Pada pendapatan transfer tahun 2020 sebesar Rp. 993.970.231.315,00, realisasi Rp. 984.033.760.073,00. Jumlah itu akumulasi  dari transfer pemerintah pusat/dana perimbangan yang dianggarkan Rp. 903.977.928.533,00, realisasi Rp. 894.245.031.176,00. Transfer pemerintah pusat /dana penyesuaian dianggarkan Rp. 30.466.918.000,00, realisasi Rp. 30.466.918.000,00.

Sementara dari Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk dana bagi hasil dianggarkan Rp. 59.725.384.782,00, realisasi Rp. 59.321.810.897,00. Lain-lain pendapatan yang sah merupakan akumulasi dari pendapatan hibah dan pendapatan lainnya dianggarkan Rp.311.874.654.841,40, realisasi Rp. 296.399.976.074,20.  

“Dari komponen  pos pendapatan tersebut, maka total  pendapatan untuk tahun anggaran 2020 dari yang ditargetkan: Rp. 1.488.426.104.548,40 sementara yang terealisasi Rp. 1.408.590.213.911,88,” terang Ali Polapa. 

Dengan demikian, lanjut Ali, total capaian realisasi pendapatan Tahun 2020 sebesar  94,64 persen dari jumlah yang ditargetkan, hal ini  dapat  dipahami khususnya dengan kondisi Covid-19 yang sangat berdampak pada berbagai sendi perekonomian daerah.  

“Walaupun pencapaian target pendapatan kita  tidak sepenuhnya tercapai,  tetap patut disyukuri bahwa dari kondisi pendapatan daerah dalam  APBD  Kabupaten Gorontalo tahun 2020 sebesar Rp. 1.408.590.231.911,88. Angka tersebut telah memberi kontribusi terhadap peningkatan kinerja  pertumbuhan  ekonomi dengan PDRB per kapita sebesar Rp. 8.872.521,51 dengan laju pertumbuhan  ekonomi  6,24 persen. Secara  multiplayer tentu telah memberi kontribusi terhadap peningkatan IPM sebesar 1,36 persen,” pungkas Ali Polapa. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo