Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bangkai Pesawat Merpati, Jatuh di Gunung Tihengo 27 Tahun Lalu

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 8 Maret 2018 | 11:58 Tag: , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Penemuan Bangkai pesawat Merpati Nusantara Airlines menghembohkan masyarakat Gorontalo dalam dua hari terkahir. Foto-foto sejumlah warga dengan latar belakang pesawat yang hancur menjadi perbicangan warganet. Foto penemuan bangkai pesawat ini pertama kali diposting akun facebook @yanti polingala. Dalam postinganya pada 6 Maret 2018 itu, ia hanya memberi keterangan “Pesawat yang jatuh, tidak tau tahun brpa”.

Diketahui, sejumlah warga yang selfie dengan latar pesawat itu merupakan warga Desa Mongiilo, Kecamatan Bulango Ulu. Mereka hendak mencari kayu jenis tertentu di tengah hutan. Tapi di tengah perjalanan mereka menemukan bangkai pesawat.

KORBAN kecelakaan pesawat Merpati tahun 1991 foto di lokasi
kecelakaan, menunggu proses evakuasi. (Foto: Istimewa)

Kondisi pesawat sudah diselimuti semak belukar. Bahkan disisi pesawat sudah tumbuh pohon dengan ukuran besar. Pesawat itu diketahui milik maskapai Merpati Nusantara Airlines karena tulisan Merpati yang masih sangat kentara.

Sebelumnya tahun 2014 lalu, pesawat ini sudah pernah ditemukan oleh sejumlah warga Bolaang Mongondow Utara yang mencari rotan. Penemuan bangkai ‘burung besi’ itu bahkan sempat menghebohkan warga Bolmut.

Dari penelusuran Gorontalo Post, pesawat tersebut merupakan pesawat jenis Casa 212 tipe 200 dengan register PK-NYC. Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 7970 ini lepas landas dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, pada hari Rabu 30 Januari 1991. Atau 27 tahun silam.

Salah satu korban dalam pesawat itu, Erwin Giasi menyebutkan, pesawat jatuh setelah kurang lebih 15 menit lagi akan mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo. “Kabut tebal, tiba-tiba pesawat berguncang hebat. Padahal kata pilot kita segera mendarat. Tapi tiba-tiba kami celaka,”kata Erwin.

Pesawat mendarat darurat di atas pohon di hutan pegunungan Tihengo, hulu Atinggola yang berbatasan dengan Bolmut dan Bulango Ulu, Bone Bolango. Menurut Erwin, enam hari mereka di hutan baru bisa dievakuasi oleh tim SAR.

Saat itu, tim SAR mengevakuasi ke posko di Desa Tuntung, Bolmut dan diterbangkan dengan helikopter super puma milik TNI AU ke gelanggang 23 Januari. Tidak ada yang meninggal dalam insiden itu.

18 penumpang dan tiga kru seluruhnya selamat. “Pak Tomy Sako, ia meninggal karena asma dan usianya memang sudah tua 70 tahun,”kata Erwin. Jatuhnya pesawat Merpati buatan IPTN tahun 1985 menghebohkan tanah air.

“Saya baru tahu kalau di Gorontalo pernah ada kecelakaan pesawat yang seluruh penumpangnya selamat,”kata Ahmad Rauf salah satu warga Kota Gorontalo yang mengetahui informasi itu melalui media sosial. Ia menyarankan agar lokasi penemuan bangkai pesawat itu disterilkan dan dijadikan peninggalan sejarah. “Bisa jadi tempat wisata,”tandasnya. (tro/hg)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar