Bapu Coki, Konten Kreator yang Promosikan Jualan UMKM Secara Gratis

×

Bapu Coki, Konten Kreator yang Promosikan Jualan UMKM Secara Gratis

Share this article
Bapu Coki. (Youtube/Bapu Coki)
Bapu Coki. (Youtube/Bapu Coki)

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga Gorontalo pasti kenal dengan Bapu Coki. Konten kreator yang memiliki nama asli Yahya Noe (23) ini dikenal dengan aksi kocaknya di berbagai konten di Channel YouTube Orlando TV.

Bapu Coki adalah satu dari sekian konten kreator Goronyalo yang banyak dicari pengusaha, untuk mempromosikan atau mengendorse usaha yang mereka jalankan. Tujuannya tak lain untuk produk yang dijual laku keras dipasaran. Tidak hanya pengusaha, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga kerap menggunakan jasa para konten kreator. Tarifnya bervariasi, tergantung hasil komunikasi dari dua belah pihak, baik si pengusaha atau pelaku UMKM dan konten kreator.

Tarif ini tidak berlaku bagi Bapu Coki. Sebab, dia tidak pernah memungut biaya bagi pelaku UMKM.

“Tujuan saya memberikan endors secara gratis kepada UMKM hanya untuk membantu dan membuat konten bukan mencari uang,” ujar Bapu Coki.

“Sekarang kan lagi viral- viralnya di bayar di konten, sebelum endors itu mereka menghubungi saya meminta untuk di endors, setelah itu saya lihat jadwal waktu yang pas,” kata Yahya.

Dalam mempromosikan produk UMKM, Bapu Coki mengandalkan aplikasi Tiktok.

Bagi pelaku UMKM yang ingin usahanya dipromosikan, Bapu Coki meminta agar usahanya jangan pernah ditutup.

“Untuk persyaratan UMKM yang mau dipromosikan itu tidak ada. Cuma satu saja jangan pernah tutup, karena tidak ada guna setelah di endors tapi malah di tutup,” ujar Bapu Coki.

Sudah banyak usaha yang dipromosikan Bapu Coki. Tidak hanya UMKM produk makanan saja yang diendors, namun ada juga seperti pakaian dan produk lainnya.

Bapu Coki berharap apa yang dilakukan dirinya bisa meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, hingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian di Gorontalo.

“UMKM di Gorontalo harus lebih maju lagi, karena jika tidak ada UMKM maka perekonomian tidak akan berputar,” pungkasnya.(*)

Penulis: Nur Nadiva Daeng/Mahasiswa Magang UNG