Meskipun begitu, Satya Wacana tetap bisa menjaga margin keunggulan, hingga akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 51-44.
Pada pertandingan ini, Bimasakti mengungguli lawannya dari sisi rebounds dan second chance.
Mereka menorehkan 44 rebounds, serta mencetak 14 second chance points. Total 24 points in the paint Bimasakti juga lebih banyak dibandingkan lawannya.
Sementara itu, Satya Wacana banyak menghasilkan poin dari turnover lawan dan skema fastbreak.
Dengan kemenangan ini, maka Satya Wacana sudah unggul 2-1 dalam rekor head to head melawan Bimasakti.
Sebelumnya, mereka kalah 53-67 di seri II dan menang 47-41 di seri IV.
“Atas saran dokter, sebenarnya Ragil harus diistirahatkan di game ini. Namun, di luar dugaan Ragil memaksa saya untuk memainkannya. Masuknya Ragil secara tiba-tiba di akhir kuarter pertama tampak mengejutkan lawan.
Para pemain lawan langsung berusaha untuk menjaga Ragil, sehingga membuat pemain lain seperti Andre mendapat ruang tembak yang lebih banyak,†ujar Efri Meldi, pelatih Satya Wacana.
