Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Begini Kondisi Syria Saat Ini Versi Pemerintah

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 29 Maret 2018 | 10:42 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Sudah hampir delapan tahun perang saudara di Syria terjadi. Sejak 15 Maret 2011 perang ini sudah menewaskan lebih dari 465.000 warga Syria dan hampir 12 juta orang mengungsi.

Masih ada pemberontak yang tetap akan melanjutkan perang ini, maka Pemerintah Syria kini menggempur wilayah Ghouta Timur yang menjadi kantong pemberontak dan teroris. Kepada JawaPos.com, Kepala Perwakilan Syria untuk Indonesia Ziad Zaheredin menjelaskan situasi terkini di wilayah dekat Damaskus itu dan yang sebenarnya terjadi.

Bagaimana dengan situasi Ghouta Timur terkini?

Sebagian besar kelompok-kelompok pemberontak sudah pergi dari beberapa wilayah di Syria. Sekitar 85 persen wilayah yang tadinya dikuasai pemberontak, sudah berhasil direbut kembali oleh Pemerintah Syria.

Perang masih berkecamuk di Syria Perang masih berkecamuk di Syria (Reuters) Kurang lebih ada 100.000 warga sipil sudah diselamatkan dan ditempatkan di tempat pengungsian yang aman. Bantuan dari pemerintah berjalan lancar seperti obat-obatan dan bantuan medis. Lalu, bagaimana dengan kelompok Jaysh Al Islam yang tetap tidak mau menyerah?

Jaysh Al Islam tidak mau menyepakati apa yang terbaik untuk semua pihak, mereka keras kepala. Kelompok Jaysh Al Islam hanyalah kelompok kecil yang ada tinggal di pelosok-pelosok. Mereka sembunyi di rumah warga sipil sehingga ketika pemerintah menyerang mereka, korbannya adalah warga sipil. Bagaimana dengan kecaman internasional yang mengatakan bahwa perang ini mengorbankan warga sipil?

Pemerintah sebisa mungkin tidak mengorbankan warga sipil, namun para teroris selalu sembunyi di rumah warga-warga. Selain itu, ada juga fitnah-fitnah yang dimunculkan oleh para teroris dan pemberontak kepada pemerintah.

Sebagai contoh, beberapa waktu lalu ada bom yang diledakkan ISIS di Pasar Jaramana. Bom itu menewaskan 25 orang, dan ISIS mengatakan bahwa serangan tersebut adalah serangan pemerintah ke masyarakat sipil.

Perlu digarisbawahi, bahwa dalam sebuah peperangan pasti warga sipil menjadi korban. Banyak juga warga Syria yang turun untuk mendukung pemerintah, lalu mereka jadi korban oleh para teroris, tapi tidak terekspos media mainstream.

Apakah pemerintah sudah melakukan negosiasi kepada para pihak agar konflik ini selesai? Beberapa bulan lalu sudah dilakukan pertemuan di Sochi, Rusia antara pihak oposisi dan pemerintah. Dalam pertemuan itu, pemerintah mendapat banyak masukan agar konflik ini tidak semakin pelik dan berkepanjangan.

Pemerintah juga menginginkan dialog yang dilakukan oleh Syria dengan Syria, artinya tidak ada campur tangan dari pihak luar maupun negara lain.

Walaupun niat ini untuk kemaslahatan masyarakat, tetap saja ada pihak-pihak yang tidak senang dengan adanya pertemuan ini. Ada pihak dari luar negeri yang tidak suka adanya perdamaian.

Pihak-pihak tersebut bahkan sebelumnya menebar propaganda-propaganda agar semua tidak berjalan lancar. Namun, bagi Syria, ibarat kuda, kuda itu harus ditempatkan lagi ke kandangnya setelah berlari jauh.

Pemerintah Syria akan terus berjuang demi masyarakat dan tidak akan menghiraukan pihak luar yang ingin menghancurkan.

Bagaimana sebenarnya hubungan Presiden Bashar Al-Assad dengan rakyatnya? Bisa kita lihat dari pemilu bahwa Presiden Assad menang telak. Artinya, rakyat mencintai presiden Assad.

Secara logika tidak mungkin perang yang sudah mau masuk ke 8 tahun ini Syria masih saja hidup. Itu karena kedekatan rakyat dan Presiden Assad, kalau tidak dekat tiga, sampai lima tahun pasti sudah tidak ada lagi Syria.

(iml/JPC)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar