Hargo.co.id Julukan PADETI itu, kini tidak dapat dipandang remeh lagi, setelah penampilannya yang membawa nama Gorontalo melambung tinggi di tinggkat Konser D’academy 3.
Pria kelahiran Kelurahan Buliide Kota Barat Kota Gorontalo itu pun membuat haru dihadapan ribuan masyarakat. Pasalnya meski sekilas, Ismail masih sempatnya berbagi kisah nostalgia saat bersama kedua orangtuanya semasa kecil.
Tak heran derayan air mata ribuan pasang mata penonton pun ikut berkucur deras menyimak cerita kenangan almarhum/mah Ibunya Naspia Yusuf dan bapaknya Ishak Kadir.
Ismail mengaku adalah anak bungsu dari 10 saudara yang merupakan keluarga yang sederhana. Sang Ibu adalah penjual kue tradisional keliling yang dibantu dirinya menjajakan dagangan. Sementara sang ayah adalah tukang pandai sepuh logam besi.
Kedua orang tuanya, Dianggap Ismail adalah sosok pemberi harapan sekaligus penyemangat ” Alhamdulilah Ismail bisa sampai kecita-cita itu ya seperti sekarang ini saya sedih disaat jadi bintang mereka tidak sempat melihatnya ,”ujarnya.
