Padahal, Korsel merupakan pihak yang mengoperasikan pabrik dan perusahaan yang menjadi lokasi bekerja para penduduk Korut.
Seoul menyebut penarikan kerja sama sepihak itu sebagai bentuk hukuman terhadap Pyongyang. Sebab, Korut telah melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB tentang keamanan dengan mengujicobakan rudal dan nuklirnya.
Namun, 124 perusahaan dan pabrik Korsel yang beroperasi di Kaesong juga merugi.
Kemarin Hong meminta maaf kepada publik karena telah menimbulkan kegemparan.
Kepada Kantor Berita Yonhap, dia mengatakan bahwa yang dirinya ungkapkan tentang Kaesong itu merupakan bentuk keprihatinan.
Karena itu, dia merasa tidak perlu menyertakan bukti yang kuat. (AFP/Reuters/hep/c7/ami/hargo)
