Hargo.co.id GORONTALO – Setelah sukses dengan karawo dan sapi potong, Bank Indonesia (BI) mengawali pembentukan klaster beras di Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Dengan dibentuknya klaster ini, maka petani akan mendapatkan berbagai suntikan diantaranya berupa bantuan teknis serta pelatihan.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Suryono, mengungkapkan, dipilihnya Kabgor sebagai tempat pengembangan klaster beras karena sektor pertaniannya paling dominan di provinsi Gorontalo, sekitar 31 persen dan sharring Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 35 persen.
Selain itu, dipilihnya beras karena fluktuasi harga komoditi yang satu ini kerap kali menyumbang inflasi, selain barito (bawang, rica, tomat) di Gorontalo. Beras juga, lanjut Suryono, merupakan salah satu pendorong angka kemiskinan dimana di Kabgor sendiri angka kemiskinannya yang paling tinggi sebesar 21 persen.
“Dengan terbentuknya klaster beras ini, kami ingin supaya masyarakat, khususnya petani di kabupaten Gorontalo bisa lebih memperbaiki kesejahteraannya,” ungkap Suryono.
Pada pengembangan klaster beras, selain Pemkab Gorontalo, BI juga turut melibatkan pihak perbankan dalam hal ini Bank BRI cabang Limboto dan Bank Sulutgo, serta kantor Pertanahan Gorontalo.
Melalui pihak perbankan, diharapkan dapat memberikan suntikan modal kepada masyarakat petani untuk mensukseskan klaster beras tersebut.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo sangat menyambut baik pengembangan klaster beras ini mengingat cita-citanya untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabgor.
Dia menyatakan pihaknya akan mendukung pengembangan klaster beras ini, “Potensinya sudah ada, kedepan harus ada terobosan-terobosan apa yang menjadi keunggulan untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” jelas Nelson. Mantan rektor UNG itu berharap, setelah penandatanganan nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti.(axl/hargo)
