Tak Tahan Tekanan Dari Atasan, Bendahara Tewas Gantung Diri di Ruang Kerja

×

Tak Tahan Tekanan Dari Atasan, Bendahara Tewas Gantung Diri di Ruang Kerja

Share this article
Proses identifikasi dan olah TKP kasus bunuh diri Domingus N. Misa. Foto: Timor Ekspres/JPNN.com/pojoksatu

Hargo.co.id SOE – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), Domingus N. Misa, nekat gantung diri di ruang kerjanya. Domingus mengakhiri hidupnya lantaran tak kuat menerima tekanan dari pimpinannya yang mata duitan.

PNS yang menjabat Bendahara Badan Perpustakaan dan Kearsipan TTS itu ditemukan dalam kondisi tergantung di ruang kerjanya Senin, (22/8) sekitar pukul 06:30 Wita.

Domingus yang merupakan warga Rt06/Rw 03, Kelurahan Nonohohis, Kecamatan Kota SoE meninggalkan surat wasiat, yang isinya menguraikan alasan ia nekat menggantung dirinya. Disebutkan, dia merasa ditekan oleh pimpinan dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang bendahara.

Dalam surat wasiatnya itu korban menguraikan jika ia tidak mampu mengerjakan SPJ, sehingga minta mengundurkan diri. Dia meminta agar jabatanya diganti oleh orang lain yang lebih mampu. Namun Domingus justru disarankan untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang bendaraha dan akan dibantu oleh orang lain yang akan ditunjuk pimpinan.

“Dari awal saya sudah kasi tau pimpinan bahwa saya tidak mampu, karena untuk membuat SPJ saja saya harus buka kembali SPJ tahun-tahun sebelumnya. Hanya beliau bilang itu sudah baik, jalan saja. Kami di perpustakaan ini kemampuan terbatas semua, sehingga mereka pilih kami yang tidak mampu untuk ini agar bisa diatur,” unkap korban dalam surat wasiatnya yang diampil oleh pihak kepolisian di dalam ruang kerjanya.

Lebih jauh korban menuliskan bahwa pada tanggal 19 Agustus ia bertemu dengan Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (pengguna anggaran), Agus Benu, dengan tujuan mencairkan dan ganti uang (GU) dengan nilai Rp 73.488.246.

Pertemuan itu untuk membagi uang GU untuk bidang pelayanan, sekretariat dan bidang arsip. Dalam pertemuan itu, dituliskan bahwa kepala badan setuju sedangkan kasubag keuangan tidak setuju sehingga ia bingung mau ikuti perintah yang mana.