Hargo.co.id GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo berharap kepada masyarakat, termasuk para pelaku usaha di Gorontalo agar terbuka dalam memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas BPS demi ketersediaan data yang akurat.
Kepala Bidang Statistik Produksi, BPS Provinsi Gorontalo, Arifin Mohammad Ointu, bahwa sampai saat ini kendala yang dihadapi petugas lapangan di BPS adalah keterbukaan dari masyarakat Gorontalo, terutama dalam hal memberikan informasi yang benar.
Bahkan, Keengganan masyarakat ketika didatangi, adalah masalah yang sampai kini terus berulang dihadapi petugas di lapangan. “Sampai sekarang, itulah yang masih menjadi kendala kita.
Jadi, kalau datanya atau informasinya tidak benar, maka data juga yang dihasilkan juga tidak akan akurat,” ungkap Arifin saat workshop dengan wartawan, belum lama ini.
Menurutnya, masyarakat, terutama para pelaku usaha di Gorontalo, masih cenderung tertutup. Jika bicara soal jumlah tenaga kerja, kegiatan ekonominya dan sejumlah item pertanyaan lainnya masih relatif mudah.
Namun, jika sudah berbicara data omzet dan biaya operasional, pelaku usaha biasanya cederung tertutup. “Padahal, sudah berulang kali ditegaskan bahwa data yang diberikan kepada petugas itu bersifat rahasia. Artinya hanya digunakan untuk kebutuhan pendataan dan tidak akan disebar untuk kepentingan instansi tertentu,” jelas Arifin.
Olehnya, Arifin berharap kesadaran masyarakat, terutama pelaku usaha tentang pentingnya data untuk membangun sebuah keputusan baik di pusat maupun di daerah.
“Olehnya, mumpung ada workshop dengan wartawan, kami berharap melalui kesempatan ini agar memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya data. Membangun sebuah negara itu mahal. Tapi akan jauh lebih mahal lagi kalau membangun negara tanpa data,” pungkasnya.(axl/hg)
