Selasa, 6 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BRI Marisa Beber Pencegahan Upaya ‘Begal Rekening’ 

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Kamis, 10 November 2022 | 00:05 Tag: , ,
  Pimpinan Cabang BRI Marisa, Abdul Muis Pali.

Hargo.co.id, GORONTALO – Bak dua sisi mata uang, kemajuan teknologi digital memang disadari memiliki dampak positif dan negatif. Di satu sisi digitalisasi diakui mampu mempermudah berbagai aktivitas masyarakat. Namun disisi lain juga membawa dampak yang bisa merugikan jika tidak dibarengi dengan kesadaran pengguna. 

Di dunia perbankan, kemajuan teknologi juga kerap disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan social engineering (Soceng) dan membuat dana nasabah raib. 

Guna meminimalisir jatuhnya korban Begal Rekening ini, Pimpinan Cabang BRI Marisa, Abdul Muis Pali, mengimbau kepada semua nasabah BRI untuk tidak memberikan ataupun memberikan informasi data pribadi nasabah kepada siapapun. Baik itu username dan password maupun Mobile Pin dan kode OTP. 

“Kemajuan teknologi memang memberikan dampak positif dan negatif bagi pengguna atau nasabah BRI. Maka dari itu  agar kita terhindar dari penipuan jangan pernah beritahukan kerahasiaan user name, password, Pin ataupun kode OTP kepada siapapun. Ini sangat penting biar tidak ada korban-korban lagi,” ucapnya saat ditemui, Rabu (9/11/2022). 

Sebagai upaya pencegahan begal rekening ini, Bank BRI sendiri, jelas Abdul Muis, sudah sering melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat dan Nasabah Bank BRI, untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai macam modus penipuan. Baik itu penipuan dengan cara menghubungi nasabah melalui sambungan telepon, SMS, ataupun tautan informasi tertentu yang bisa menggiring nasabah untuk memasukkan informasi rekening nasabah. 

“Di kami sendiri sudah sering memberikan edukasi kepada nasabah bahkan saat mereka nasabah pertama kali membuka rekening. Disitu kita sampaikan terkait kerahasiaan data ataupun pin. Ke sosial media juga sering, bahkan setiap kegiatan itu yang selalu kita sampaikan,” jelasnya seraya menambahkan.

BRI juga memiliki layanan pengaduan jika nanti ada nasabah yang terkena penipuan. Salah satunya dengan menghubungi layanan pengaduan melalui sambungan telepon ataupun melalui aplikasi BRI Mobile. 

“Kalau ada yang kena, bisa langsung ke pengaduan. Bisa lewat BRImo atau hotline biar langsung di blok dari pusat kalau ada transaksi,” imbuhnya. (***) 

 

Penulis: Ryan Lagili

(Visited 48 times, 1 visits today)

Komentar