Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Buaya Gegerkan Warga Mootinelo, Masuk di Tambak Udang, Kini Jadi Tontonan Warga

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 5 Februari 2018 | 06:56 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id Gorontalo – Warga Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) di gemparkan dengan penemuan seekor buaya raksasa sepanjang 30 meter di sebuah tambak udang milik warga, sekitar pukul 01.00 Wita, Sabtu (3/2). Kini, buaya hidup tersebut masih menjadi tontonan warga sekitar.

Dari informasi yang dihimpun Gorontalo Post, sebelumnya memang keberadaan reptil berbahaya ini sudah beberapa  milik warga setemkali dilihat oleh warga sekitar. Terakhir, sekitar pukul 18.00 Wita, Jumat (2/2), salah seorang warga setempat, Hendra Pakaya (28) melihat buaya berukuran besar tersebut di sebuah tambak udang  milik warga setempat. Hendra pun langsung memberitahukan hal itu kepada warga sekitar.

Pada awalnya mereka menguras tambak udang sampai buaya itu terlihat, kemudian warga yang berjumlah lebih dari sepuluh orang tersebut langsung mengeksekusi buaya itu dengan sebuah tali pengikat ternak.

Bahkan, dalam upaya penangkapan buaya berukuran panjang 30 meter dan lebar 30 cm ini sempat terjadi beberapa insiden berbahaya. Dan tepat pukul 01.00 Wita, buaya raksasa itu pun berhasil di kuasai oleh warga sekitar tanpa ada korban jiwa.

Setelah itu warga langsung mengangkat buaya tersebut ke daratan dan menempatkannya di salah satu rumah warga. Hingga berita ini diturunkan, buaya tersebut masih berada di rumah warga di lokasi Desa Mootilango, Kwandang, Gorut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo, Syamsudin Hadju juga membenarkan penangkapan buaya raksasa tersebut. “Saya sudah datang dan sudah menyampaikan aturan, namun masyarakat belum mau, belum bersedia untuk menyerahkannya,” kata Syamsudin.

Alasannya, buaya tersebut masih menjadi tontonan warga. “Kami pun tidak ingin terjadi konflik. Oleh karena itu, kami sudah koordinasikan dengan pemerintah desa dan ini akan diupayakan untuk diserahkan kepada pihak BKSDA,” kata Syamsudin.

Ditambahkan pula, rencananya persoalan ini juga akan dikoordinasikan lagi oleh pemerintah kecamatan dan juga Polsek Kwandang. “Untuk sementara, kami menunggu karena kami tak ingin ada konflik. Saya sampaikan kepada kepala desa agar secepatnya ada penyelesaian karena mau sampai kapan buaya ini bisa bertahan? Ini termasuk hewan yang dilindungi. Jadi hal tersebut perlu diketahui pula oleh masyarakat,” pungkasnya.(tr-58/kif)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar