Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Buruh Harian Mengaku Polisi, Tipu Korban Rp 54 Juta

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 26 Mei 2017 | 18:30 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Seorang warga mengaku sebagai anggota polisi. Dia adalah Jarot Eko Santoso, warga asal Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalam, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pria yang hanya buruh harian lepas itu mengaku sebagai anggota Polri berpangkat bripda. Bahkan, pria 42 tahun tersebut akan memperistri Endah, warga Srengat, Blitar. Namun, aksi tipu-tipu Jarot terendus Endah. Akhirnya dia melaporkannya ke polisi.

Berbekal informasi dari Endah, polisi berhasil menciduk Jarot di kontrakan korban pada Rabu (24/5). Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, surat permohonan pindah tugas palsu atas nama Bripka Zein Eka Putra, persetujuan surat nikah palsu, serta kartu identitas pelaku.

Akibat aksi tipu-tipu tersebut, kerugian korban mencapai Rp 54 juta. Dia diperdaya pelaku melalui janji-janji manisnya. Padahal, mereka hanya berkenalan via media sosial.

’’Pelaku juga sempat menunjukkan senjata api ketika kali pertama bertemu,” terang Bripka Joko Pramusinto, staf humas Polres Blitar Kota.

Nah, berawal dari kenalan via medsos pada Januari lalu itu, lama-kelamaan keduanya semakin klop. Mereka akhirnya bertukar nomor ponsel. Empat bulan berselang, mereka memutuskan untuk bertemu. Jarot pun pergi ke Blitar pada April untuk menemui pujaan hatinya.

Korban menjemput Jarot di Stasiun Blitar. Saat itulah keduanya bertatap muka langsung. Saat itu Jarot juga mengaku bahwa dirinya adalah polisi yang berdinas di Polda DIJ (Jogjakarta). Agar korban lebih yakin, pelaku memamerkan senjata api. Korban pun percaya.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin intens dan sering bertemu. Bahkan, polisi abal-abal itu berencana menikahi Endah.

Segala persyaratan nikah pun diberikan Endah. Salah satunya, menyerahkan sejumlah uang. Sebab, sesuai adat pelaku, setiap calon keluarga baru harus memberikan uang. ’’Nilainya Rp 54 juta dan itu akan dikalikan 23. Uang tersebut akan dijadikan sebagai maskawin atau mahar,” ujar Joko.

Namun, karena tidak punya uang sebanyak itu, korban hanya memberikan setengahnya, Rp 34 juta. Untuk sisanya, korban meminjam uang ke bank.

Uang tersebut diserahkan di rumah kontrakan korban di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Blitar. Nah, kecurigaan muncul. Korban merasa janggal karena pria yang dipacarinya tersebut sering libur dan tidak masuk dinas.

Korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Ponggok. Kemudian, petugas datang dan membekuk Jarot. Saat diinterogasi, Jarot mengaku sebagai polisi gadungan. Motifnya, menipu korban. (sub/ziz/c7/diq/hg)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar