Rabu, 1 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cegah Penyebaran Hoax, AJI Gorontalo Gelar Training Prebunking

Oleh Berita Hargo , dalam Edukasi , pada Sabtu, 14 Januari 2023 | 12:05 Tag: , , , ,
  25 Jurnalis yang sedang mengikuti Training Pribunking Google News Initiative di Ballroom hotel Damhil Sabtu, (14/01/2023) (Foto: Rita Setiawati/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Gorontalo menggelar Pelatihan Prebunking Google News Initiative. Kegiatan yang akan dilangsungkan selama dua hari mulai dari Sabtu (14/1/2023) sampai dengan Ahad (15/1/2023) di Ballroom Damhil Hotel, Kota Gorontalo itu, diikuti 25 jurnalis.

Wawan Akuba, Selaku Ketua AJI Gorontalo mengungkapkan, prebunking adalah salah satu proses dalam pemeriksaan fakta. Selain istilah Prebunking ada juga yang namanya Debunking.

banner 728x485

Prebunking adalah cara membangun pondasi pengetahuan masyarakat maupun jurnalis dalam membedakan informasi benar dan tidak (hoax). Sedangkan debunking adalah teknik membongkar sebuah informasi tidak benar yang sudah terlanjur tersebar,” ungkap Wawan Akuba.

Wawan menuturkan, prebunking dilakukan sebagai langkah preventif memerangi informasi tidak benar di internet. Nantinya, 25 jurnalis ini akan diberi pengetahuan tentang pencegahan sebelum suatu informasi tidak benar menyebar.

Training Prebunking ini dipandu oleh dua trainer yakni Adi Marsela pengurus AJI Indonesia divisi internet dan Fransiskus Talokon Ketua AJI Manado. Peserta akan mempelajari teori prebunking, misinformasi dari masa ke masa, memetakan narasi misinformasi dan disinformasi bertema politik.

Selain itu, kata dia, 25 jurnalis juga akan mempelajari anatomi manipulasi informasi dan cara membuat konten prebunking.

“Harapan kami 25 jurnalis yang jadi peserta ini dapat membuat konten prebunking. Semoga ilmu itu juga dapat diaplikasikan dalam pekerjaanya.” ungkap Wawan Akuba.

Harapannya, alumnus pada pelatihan Prebunking ini dapat mendistribusikan pengetahuannya kepada sesama jurnalis khususnya jurnalis yang ada di Gorontalo.

“Apalagi ini sudah masuk tahun politik, informasi tidak benar biasanya akan lebih banyak diproduksi dan tersebar di internet. Makanya para jurnalis di Gorontalo harus siap mencegah ataupun membongkar informasi menyesatkan tersebut,” tutup ketua AJI Gorontalo tersebut.(***)

Penulis: Rita Setiawati

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar