Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cerita Risman Taha, Politisi Setia Kawan yang Memandang Teman adalah Segalanya

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Kamis, 20 Januari 2022 | 16:05 Tag:
  Risman Taha saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Nama Risman Taha sempat membuat heboh publik Gorontalo pada 2019 silam, perihal Pergantian Antar Waktu (PAW) atas dirinya yang hanya berselang beberapa bulan setelah dirinya dilantik sebagai ketua DPRD Kota Gorontalo. 

Publik Gorontalo mungkin telah mengetahui musabab dirinya di PAW. Namun, Ada beberapa cerita menarik di tengah situasi saat itu yang hingga kini mungkin masih belum banyak orang ketahui. Hal ini kemudian diceritakan Risman taha saat diundang sebagai Narasumber dalam Femmy Udoki Podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube Femmy Kristina pada 23 Desember 2021.

Risman Taha memulai wawancara dengan menceritakan kondisi psikisnya saat itu. Dirinya mengakui hal itu memang tidak enak. Menurutnya, siapapun yang dengan terpaksa harus meninggalkan jabatan pasti jiwanya akan merasa goyah.

“Semua orang yang ada dalam kondisi seperti itu pasti akan merasa goyah. Namun saya berpikir bahwa saya pernah melewati keadaan yang lebih sulit dari itu. Saya bahkan pernah tidak makan sampai berhari hari. Maka buat saya itu adalah hal biasa,” kata Risman Taha memulai ceritanya.

Baginya, hakikat dari sebuah jabatan tidak terletak pada lamanya seseorang menjabat. Tapi apa yang terjadi setelah mengakhiri jabatan tersebut.

“Berapa puluh periode kita menjabat tapi kalau setelah kita menjabat karya kita tidak dikenang, Kinerja kita tidak diingat, maka buat apa jabatan itu? Jabatan hanya sesaat, tetapi dikenang sepanjang masa. Dan kalau kita ingin dikenang, maka kita dikenang dalam kebaikan, bukan sebaliknya,” katanya.

Dirinya bercerita, bukanlah dirinya yang menjadi buah pikirannya saat itu. Diluar sana, kata Risman, ada banyak orang yang bergantung pada dirinya.

“Hal pertama yang terpikir dalam diri saya adalah, kasihan teman teman saya. Pada saat itu sudah banyak yang berharap pada saya. Banyak yang menggantungkan harapan mereka pada saya,” katanya sambil mengingat kondisi saat itu.

Menyadari hal tersebut, Dirinya kemudian berpesan kepada orang orang para sahabat dan keluarganya agar jangan mengkhawatirkan hal tersebut. Dirinya berjanji akan tetap mempertaruhkan dirinya untuk mereka. 

“Kalau untuk diri saya sendiri, silahkan saya diinjak-injak, tidak apa apa, saya legowo. Tapi jangan pernah menginjak injak para sahabat saya, keluarga saya, maupun teman teman di kelompok saya. Kalau itu terjadi, maka saya yang berada paling depan. Nyawa saya akan saya pertaruhkan untuk membela mereka,” kata Risman Taha.

Risman Taha memang dikenal dengan sikapnya yang keras jika sudah berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Di masa mudanya, Risman Taha dikenal keras dalam menyuarakan aspirasi masyarakat lewat megaphone saat demo di beberapa tempat. 

Dirinya bercerita, dulu saat dirinya akan di PAW, beberapa politisi termasuk kakaknya sendiri, Marten Taha yang saat menjabat sebagai Walikota sempat merasa khawatir dirinya akan memimpin demo untuk Protes soal dirinya yang akan di PAW. Padahal, kata dia, dia memang tidak berniat melakukan hal tersebut.

Dirinya mengaku memang memiliki opsi tersebut jika dia mau, tapi dia lebih memilih cara cara yang damai ketimbang melakukan hal tersebut. Risman Taha mengaku ikhlas akan dirinya yang saat itu akan di PAW. Asal bukan orang yang ada di sekitarnya yang menjadi korban.

“Silahkan ganggu jabatan saya sebagai ketua DPRD. Saya tidak akan pernah melawan. Silakan ambil, silahkan kalian ganti kalau itu memang demi kemaslahatan umat. Tapi jangan mengganggu orang orang yang sudah menggantungkan harapan mereka kepada saya sebagai ketua DPRD. Saya akan melawan habis habisan jika itu terjadi,” Tegasnya.

Sifat Risman Taha inilah yang membuat orang di sekitarnya selalu mendukung apa yang dilakukannya. Mereka percaya Risman Taha akan selalu Melakukan hal terbaik untuk mereka. Bahkan, setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD, kata Risman Taha, dirinya masih disambut layaknya ketua DPRD.

“Masyarakat masih menyambut saya seolah olah saya masih ketua DPRD. Yang berubah hanya saya tidak menerima gaji perbulan lagi. Tapi rezeki Allah yang menentukan. Kalau kita selalu membantu orang lain. Allah selalu akan mengirim orang untuk membantu kita. Itu prinsip saya,” Ujarnya. 

Dia bilang, Dirinya memang selalu berada di lingkungan masyarakat saat mereka membutuhkan. Sekalipun dirinya saat ini tidak lagi menjabat sebagai Wakil rakyat yang duduk di DPRD. Hal ini jugalah yang membuat dirinya meraih suara terbanyak pada pemilihan legislatif 2019 kemarin. 

“Masyarakat banyak yang membatu saya dari sisi pendanaan. Saat saya kampanye kemarin. Bukannya saya yang keluar uang, malah saya dapat uang sumbangan dari masyarakat. Jadi, saat yang lain mengeluarkan uang sampai ratusan juta untuk kampanye, saya justru dapat kelebihan uang sampai puluhan juta dari masyarakat setelah kampanye itu,” katanya. 

Meski begitu, dirinya memandang bahwa mengumpulkan uang dari orang orang terdekat adalah hal yang sensitif. Banyak hal yang jadi pertimbangannya untuk mengumpulkan atau menerima dana dalam bentuk uang. Dirinya khawatir ada rasa keterpaksaan.

Kini, setelah tidak lagi menjabat sebagai wakil rakyat di gedung parlemen, Risman Taha masih aktif dalam beberapa organisasi yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Di rumahnya, Risman Taha bahkan membuat tempat untuk berkumpul bagi teman temannya. 

Kegiatan Risman Taha ini juga mendapat dukungan dari istri dan anak anaknya. Termasuk kegiatannya saat masih di panggung politik beberapa tahun silam.

Lantas, apakah dirinya akan maju lagi untuk bertarung di dunia politik? Pertanyaan tersebut langsung dijawab Risman Taha dengan penuh keyakinan. Dirinya memastikan akan terjun lagi ke Panggung politik untuk bersaing dengan para politisi di  Gorontalo.

“Saya sudah pasti maju lagi. Saya siap untuk maju lagi,” ujarnya memastikan. 

Dia bilang, beberapa orang memang sering mengaitkan dirinya dengan nama besar kakaknya, Marten Taha, orang yang bisa dikatakan sebagai politisi senior dari partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Walikota Gorontalo.

“Orang orang memang sering mengatakan karena saya adiknya pak walikota. Memang itu tidak bisa saya pungkiri. Tapi bisa saya katakan bahwa saya berkarir dari awal di dunia politik ini, bukan karena numpang pada nama besar kakak saya. Saya mencari jalan sendiri. Saya berjuang sendiri untuk mencari jalan membangun nama besar saya sendiri lewat kinerja saya,” kata Risman Taha.

Kegiatannya yang sering berkecimpung dengan masyarakat inilah yang membuat Risman Taha menjadi banyak mengetahui situasi dan kondisi yang saat ini sedang terjadi pada masyarakat kota Gorontalo.

“Dengan saya tutup mata pun saya bisa tau dimana jalan jalan berlubang yang ada di kota, atau masyarakat yang butuh rumah. Bahkan saya bisa tau dimana masyarakat yang tidak punya jamban ataupun air keran di rumahnya yang sering mampet,” katanya.

Hal tersebut pulalah yang membuatnya bertekad untuk maju lagi ke dunia politik. Menurut Risman Taha, ada beberapa hal penting yang saat ini paling dibutuhkan masyarakat. Diantaranya adalah sampah dan saluran air untuk meminimalisir terjadinya banjir di kota. 

“Saya bukan mengatakan bahwa kinerja Walikota saat ini belum maksimal. Saya justru akan meneruskan perjuangannya. Kenapa?Karena masyarakat ini harus disadarkan dengan cara cara yang baik, dengan tangan dingin, tidak harus dengan tangan besi. Apalagi terkait persoalan sampah dan banjir tadi,” kata Risman taha.

Kini, Politisi Setia Kawan ini sedang mempersiapkan dirinya untuk kembali maju di panggung politik Gorontalo dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. Juga, untuk merebut kembali suatu tempat kepercayaan rakyat yang menurutnya diambil dari dirinya. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 274 times, 1 visits today)

Komentar