GORONTALO Hargo.co.id – Keikutsertaan Marten Taha dalam penjaringan Demokrat, merupakan jalan untuk membangun koalisi Golkar-Demokrat di Pilwako. Marten Taha menuturkan, langkah politik yang diambilnya tersebut merupakan bukti dari upaya menggalang koalisi baik oleh partai Golkar Maupun Demokrat di Kota Gorontalo. “Koalisi adalah sebuah keniscayaan bagi parpol yang ingin menawarkan figur dalam Bursa Pilwako 2018 nanti.
Karena di Kota Gorontalo, tidak ada satupun Partai Politik yang mampu tampil secara tunggal, dalam artian bisa mengusung mandiri tanpa koalisi. Karena syarat kursi yang tidak mencukupi 20 persen di Parlemen Kota. Dan Golkar menempuh koalisi ini,” kata Marten.
Diakuinya, koalisi tentu membutuhkan penjajakan dan komunikasi politik sebelum menentukan langkah politik. Menurut Marten, sejauh ini, memang sudah ada beberapa Partai Politik yang melakukan komunikasi politik dengan dirinya selaku Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo. Hanya saja, memang baru Partai Demokrat yang mengambil langkah lebih jauh sehingga pihaknya menangkap peluang itu dengan ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan melalui Demokrat.
Tapi Marten kembali belum mau sesumbar ketika ditanya soal figur yang akan mendampinginya, termasuk bentuk koalisi seperti apa yang akan dijalankan bersama Partai Demokrat. Mungkinkah Marten Taha mengambil pasangan figur Demokrat sebagai pendamping di Pilwako 2018?, “Sekali lagi konsentrasi kita belum sampai sejauh itu, demikian halnya mungkin dengan sahabat kami di Demokrat.
Fokus kita baru sebatas gerakan hari ini, selanjutnya masih ada mekanisme tentunya yang akan ditempuh baik oleh Golkar maupun Demokrat, juga termasuk komunikasi politik lanjutan yang tentu harus dilakukan oleh Golkar bersama Demokrat, tapi itu ke depan. Yang jelas Golkar dan Demokrat punya misi yang sama. Yakni misi untuk mengabdi pada masyarakat dan daerah Kota Gorontalo yang kita cintai ini,” kata Marten Diplomatis.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Bidang Komunikasi dan Pemenangan Opini Yudin Laliyu ikut membenarkan langkah politik Marten Taha tersebut adalah langkah DPD II Golkar Kota Gorontalo.
Hal yang senada juga disampaikan Ketua DPC Demokrat Erman Latjengke. Menurutnya, Marten Taha adalah figur kedua yang mendaftarkan diri dalam penjaringan Demokrat yang dibuka saat ini. “Sebelumnya, Tokoh Gorontalo Syafrudin Mosii juga pada hari minggu pekan kemarin, (16/4,red) telah lebih dulu mendaftar. Dan kedua figur ini mendaftarkan diri sebagai calon Walikota Gorontalo,” ujarnya.
Erman juga turut mengakui kalau pihaknya belum menentukan figur mana yang akan diusung. “Inikan baru proses pendaftaran, ke depan akan ada survey elektabilitas tentunya dan mekanisme lainnya, penjaringan ini sudah kami buka sejak 1 April, dan Pak Marten Taha sudah mendaftar hari ini, (kemarin,red) ini tentu masuk injury time, kami tentunya sangat memahami pak Marten Taha baru mendaftar hari ini, karena beliau juga punya Partai Politik dan pimpinan Parpol di daerah, tentu sebelumnya sudah melakukan komunikasi dengan jajaran internal di Parpol Golkar Kota, dan hasilnya adalah langkah politik beliau hari ini yang kita lihat dikawal langsung oleh jajaran DPD II Golkar Kota Gorontalo,” kata Erman.
Terkait berkas pendaftaran, menurut Erman saat diteliti sudah lengkap namun akan kembali diverifikasi. “Tentu kalau ada kekurangan kita akan segera sampaikan untuk dilengkapi, Partai Demokrar siap mengakomodir siapapun yang akan mendaftarkan diri melalui penjaringan ini,” ujarnya. Disentil apakah Figur Demokrat sendiri akan ikut dalam penjaringan,? Menurut Erman Hal itu sangat dimungkinkan. “Masih ada waktu hingga akhir April ini,” tandasnya. (gip/hargo)
