Protes yang disampaikan Totok itu membuat emosi pendukung pasangan ADHA dan MATAHARI meledak. Teriakan sambil saling tunjuk antara satu dengan lainnya tak terhindarkan. Massa kedua belah pihak lantas berdiri dan bersiap untuk berhadap-hadapan.
Situasi debat yang tadinya aman berubah menjadi agak tegang. Petugas kepolisian yang berada di antara masing-masing pendukung langsung berusaha melerai pertikaian fisik kedua kubu. Demikian pula, personel Brimob bersenjata lengkap yang sebelumnya bertugas di luar gedung ikut masuk untuk mengamankan situasi.
Tiga anggota massa pendukung ditarik keluar agar situasi tak makin kisruh. Tak ketinggalan para tim pemenangan pasangan ADHA maupun MATAHARI berusaha menenangkan Cawali Adhan Dambea maupun Totok Bachtiar.
“Semuanya duduk. Jangan ada yang berdiri di kursi. Semuanya duduk,†teriak Kapolres Gorontalo AKBP Yan Budi Jaya menenangkan massa.
“Kalau tidak mau tenang, maka saya akan hentikan debat ini,†sambung.
Selang lebih kurang lima menit, situasi debat berangsur-angsur pulih. Meski sempat diselingi teriakan dan protes dari anggota massa pendukung, situasi di dalam gedung Sumber Ria sudah terkendali. Buntut insiden yang hampir terjadi kontak fisik, jalannya debat dipersingkat.
Sedianya masih tersisa satu sesi yakni pertanyaan paslon RAMAH untuk paslon ADHA dan MATAHARI. Akan tetapi lantaran situasi tak kondusif, sesi itu dipangkas dan berlanjut pada sesi pernyataan akhir (closing statement). Usai pernyataan akhir, para paslon saling berjabat tangan dan berpose bersama.
Ketua KPU Kota Gorontalo Sukrin Thaib mengungkapkan, persoalan yang terjadi saat debat itu tidak akan menghambat jalannya tahapan Pilwako. Sebaliknya, Sukrin berharap, setelah sebelumnya kedua paslon terlihat sudah saling berpelukan dan bermaaf-maafan, diharapkan menjadi tanda bahwa tidak ada lagi permasalahan lanjutan dari keributan saat debat itu.
“Saya berharap kejadian tadi tidak berkepanjangan lagi, karena kedepan masih banyak tahapan lagi yang harus dijalani oleh para pasangan calon,†terangnya.
Terpisah Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK mengungkapkan, gesekan yang terjadi saat debat tidak terlalu berpengaruh pada stabilitas keamanan Pilwako Gorontalo.  “Tadi bukan ricuh ya, hanya kejadian biasa saja,†terangnya.(gp/hg)
