“Mari kita sama-sama membangun masjid raya,” jelasnya.
Sementara itu anggota Deprov Gorontalo dari fraksi PDIP lainnya Sunaryo Dulanimo mengemukakan, kesungguhan terhadap pembangunan masjid raya merupakan niat untuk memajukan Islam di Gorontalo.
Olehnya dia sangat mengharapkan agar semua elemen masyarakat Gorontalo untuk bersatu.
“Tidak ada yang mustahil kalau kita bersatu,” jelasnya.
Anggota Deprov dari fraksi Demokrat, Chamdi Mayang mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk mewujudkan masjid raya sebagai masjid dengan desain terindah di kawasan Asia.
“Ini akan jadi terbaik di Asia. Kita akan minta ahli desain terbaik di Indonesia pada Dany Pomanto untuk mendesain masjid raya tersebut,” ujarnya.
Tak hanya anggota Deprov, salah satu guru besar di Universitas Negeri Gorontalo Prof. Yulianto Kadji juga ikut membawakan orasi pada deklarasi tersebut.
Menurutnya, masyarakat Gorontalo sekarang ini sedang diuji kekuatannya untuk membangun masjid raya. Acara deklarasi koin masjid raya menjadi salah satu media untuk penguatan keumatan dan ukhuwah Islamiyah.
“Masjid raya akan menjadi pemersatu umat Islam,” jelasnya.
Selain melakukan deklarasi, para anggota DPRD provinsi dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten-Kota juga mengumpulkan dana masyarakat dengan turun ke jalan membawa dus yang bertuliskan penggalangan dana untuk masjid raya.
Aksi penggalangan dana pada malam perpisahan tahun baru berhasil menggumpulkan dana sejumlah Rp 7,3 juta.
“Dana-dana itu akan segera kita setorkan ke rekening donasi masjid raya yang sudah kita buka di Bank Sulut. Kita juga sedang memproses pembukaan rekening di bank-bank lain,” jelasnya sembari menambahkan, total dana yang terkumpul untuk pembangunan masjid raya dari donasi yang dimotori oleh GeMa masjid raya telah berjumlag Rp 12,9 juta. (rmb/hargo)
