Demo Mahasiswa  Penggusuran Tanjung Sari

×

Demo Mahasiswa  Penggusuran Tanjung Sari

Share this article
KECAM - Ratusan mahasiswa yang tergabung dari 12 paguyuban wilayah Sulteng melakukan aksi protes di depan kampus UNG terkait peristiwa penggusuran ratusan rumah di Kelurahan Kraton, Kabupaten Banggai, Sulteng. Bahkan mereka meminta agar Kapolda Sulteng dan Kapolres Banggai dicopot dari jabatannya.

GORONTALO, Hargo.co.id – Aksi penggusuran ratusan rumah warga Tanjung Sari Kelurahan Kraton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilakukan aparat kepolisian berberapa waktu lalu dikecam oleh mahasiswa Gorontalo yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Tanjung Sari (Amputasi) dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus UNG, Kota Gorontalo, kemarin, Kamis (22/3).

Dalam aksi yang diikuti ratusan mahasiswa dari gabungan 12 paguyuban asal Sulteng di Gorontalo itu menuntut agar hak-hak rakyat Tanjung Sari dikembalikan. “Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat Tanjung Sari yang telah menjadi saudara-saudara kami orang tua kami serta ibu-ibu kami yang kami anggap telah didzalimi.

Karenanya, melalui aksi ini kami meminta agar hak-hak mereka dapat dikembalikan oleh pemerintah,” kata koordinator aksi, Abdul Rahmat Lakoro.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menuntut agar pemerintah segera melakukan pencopotan terhadap Polda Sulteng beserta Kapolres Kabupaten Banggai. Sebab, pengarahan ribuan personil kepolisian di Tanjung Sari dilakukan Kapolda Sulteng serta menggusur paksa rumah hunian warga tanjung yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak-hak kemanusiaan.

“Dalam kesempatan ini juga kami meminta agar pemerintah segera mencopot Kapolda Sulteng dan Kapolres Banggai,” kata Rahmat Lakoro.(tr-60)