Dibanding Buah Impor, Buah Lokal Kurang Diminati

×

Dibanding Buah Impor, Buah Lokal Kurang Diminati

Share this article
Buah lokal masih kalah bersaing dengan buah impor, terutama yang dijual di supermarket dan minimarket karena mulai dari masalah harga dan kemasannya.

GORONTALO, Hargo.co.id – Peredaran buah impor di dalam negeri menggerus peruntungan penjualan buah lokal. Diakui sejumlah pedagang buah bahwa buah lokal kurang digemari jika dibandingkan buah impor.

Hal itu diakui oleh Handoyo (24) salah seorang penjual buah yang ada di jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Tamalate, Kota Timur, Kota Gorontalo. Menurutnya, jika saat ini penjualan buah terbilang sepi.

Hal ini dipengaruhi oleh adanya warga yang lebih senang membeli buah impor seperti apel, anggur, pear dan buah-buah lain yang dijual di supermarket dan minimarket dengan kemasan yang lebih baik, “Saya menjual buah ini dengan modal Rp 2 Juta.

Dirgahayu Radio Republik Indonesia

Dengan uang tersebut saya membeli dari petani Rp 6.000 satu kilo untuk 1 box besar isi 50 kg, jenis buah mangga dodol, arumanis. Untuk rambutan Aceh saya dapat Rp 12 Ribu dari petani dan dijual Rp 15 Ribu per kilo, pisang saya ambil dari hasil kebun, begitu juga pepaya,” kata Handoyo.

Dia menambahkan, ada faktor lain yang bisa mempengaruhi penjualannya yakni rendahnya harga jual. Hal itu juga di pengaruhi oleh banyak orang yang membuka lapak sehingga mereka harus bersaing harga jual.

“Saya berharap agar warga gorontalo bisa mengkonsumsi buah lokal agar ekonomi daerah kita bisa tumbuh dan mensejahterakan para petani itu sendiri,” harap Handoyo.(Tr 59/hg)