Selasa, 16 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Dibantu TNI-POLRI, Satgas PMK Perketat Pengawasan Lalu Lintas Ternak di Perbatasan

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 2 Agustus 2022 | 16:35 Tag: , , , , , ,
  Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat memimpin rapat koordinasi Satgas PMK di ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (2/8/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Satuan tugas (Satgas) penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) Provinsi Gorontalo akan memperketat pengawasan lalu lintas ternak di setiap pintu masuk ke Provinsi Gorontalo.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba mengatakan, Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi Gorontalo dalam mencegah masuknya PMK yang saat ini telah terdeteksi Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya temuan PMK di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan kita harus memperketat lagi lalu lintas ternak yang masuk ke Gorontalo,” kata Darda Daraba saat memimpin rapat koordinasi Satgas PMK di ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (2/8/2022).

Dirinya menjelaskan, meski saat ini belum ditemukan kasus hewan terinfeksi PMK di Provinsi Gorontalo, namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan, mengingat penyebaran PMK pada hewan ternak ini tergolong sangat cepat.

“Ketika suatu wilayah di diagnosa PMK, semua ternaknya tidak diperbolehkan keluar daerah. Hal inilah yang harus menjadi perhatian Satgas PMK supaya kasus PMK di Maros tidak merembet ke Gorontalo,” Katakan menerangkan.

Darda Daraba juga meminta Satgas untuk berkoordinasi dengan pemerintah serta TNI-Polri dalam memaksimalkan upaya pengetatan tersebut.

“Koordinasi memang dengan pemerintah dan TNI Polri yang ada di daerah tetangga. Pastikan hewan yang masuk ke Gorontalo dalam keadaan sehat dan bebas PMK. Lebih baik kita mencegah sedini mungkin,” kata Daraba Daraba.

Ditempat yang sama, Sekretaris Satgas PMK Provinsi Gorontalo, Rusli Nusi mengungkapkan, pihaknya memang sudah melakukan upaya pengetatan sejak beberapa bulan terakhir. Upaya tersebut akan semakin dimaksimalkan setelah diterbitkannya surat edaran terbaru dari Satgas PMK Pusat.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari TNI-Polri dalam mengawasi lalu lintas ternak, terutama di cek poin daerah Pohuwato, Atinggola serta pelabuhan penyeberangan Kwandang dan Kota Gorontalo.

“Jadi pengetatan itu sesuai surat edaran untuk ternak. Dari zona merah sudah dipastikan dilarang masuk ke Gorontalo. Sedangkan dari zona kuning seperti kita masih boleh karena tidak ada kasus PMK,” Katanya menandaskan.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 13 times, 1 visits today)

Komentar