Selasa, 27 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Diduga Eksploitasi Anak, Dua Wanita Asal Sulut Diamankan di Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Rabu, 17 Agustus 2022 | 06:05
  Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K saat menggelar Press Conference kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dua orang warga Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara berinisial S dan M diamankan oleh anggota Sat Reskrim Polres Gorontalo Kota karena diduga terlibat tindak pidana perdagangan orang dan perlindungan anak. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si didampingi Kasat Reskrim IPTU Muhamad Nauval Seno, S.T.K, S.I.K dalam gelaran Press Conference yang berlangsung di Mapolres Gorontalo Kota, Selasa (16/08/2022). 

Dalam release tersebut Kapolres menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah melakukan penyelidikan pada Minggu (14/08/2022) dan menemukan adanya 3 orang wanita yang masih dibawah umur, tengah dipekerjakan sebagai pelayan di salah satu kafe yang ada di wilayah Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. 

“Mereka berdua ini menyiapkan, mengadakan, mengambil anak – anak dari daerah lain, kemudian dipekerjakan di salah satu cafe di kota gorontalo.

Ada 3 korbannya yang kami selidiki saat ini, yaitu S, N, dan A yang berumur rata – rata, 14, 15 dan 16 tahun,” ujar AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si. 

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, atas kasus tersebut S dan M terancam akan dikenakan pasal 88 Undang – Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Undang – undang nomor 21 /2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. 

“Pasal tersebut berbunyi, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi atau seksual terhadap anak,” jelas AKBP Ardi Rahananto, SE, S.I.K, M.Si. 

Kapolres Gorontalo Kota juga menambahkan, dimana saat ini kasus yang melibatkan S dan M tersebut sudah dilakukan gelar perkara dan penetapan tersangka. Selain itu pihaknya juga telah melakukan penahanan terhadap keduanya untuk dilakukan pemberkasan ke pihak Kejaksaan. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 145 times, 1 visits today)

Komentar