Nursalam menjelaskan, pelaksanaan rapat pleno oleh Pengprov IMI Gorontalo beberapa waktu lalu, hanya bersifat pemberitahuan melalui grup WhatsApp, tanpa adanya surat resmi yang ditujukan kepada pengurus inti.
“Iya, hanya lewat Grup WA pemberitahuan plenonya. Dan setelah ada pemberitahuan, kami semua di Keluarkan dari Grup WA, dan setelah rapat pleno itu, muncul nama-nama baru sebagai pengurus IMI Gorontalo,” sambung Nursalam.
“Jadi bukan hanya saya saja yang dikeluarkan dan diganti dari kepengurusan. Termasuk Sekertaris Umum IMI Gorontalo juga dikeluarkan dan diganti,” tambahnya.
Nursalam juga menuturkan, khusus untuk dirinya pribadi, terjadinya pergantian kepengurusan dari IMI Gorontalo ini, karena disinyalir merupakan Ketua Tim Sukses pemenangan salah satu bakal calon Walikota Gorontalo.












