Diserang Hama Belalang dan Ulat, 30 Ha Tanaman Jagung Gagal Panen

×

Diserang Hama Belalang dan Ulat, 30 Ha Tanaman Jagung Gagal Panen

Share this article
Petani jagung di Desa Tabongo Kabupaten Gorontalo saat memperlihatkan tanaman jagung miliknya yang sudah nyaris habis diserang hama Rabu (20/7). Insert: Hama belalang yang tengah memakan pelepah tanamn jagung. (Foto: Natha/Gorontalo Post)

Bahkan dikatakan oleh Hasan King, selain jagung, hama belalang juga menyerang tanaman lain. Hasan King juga menambahkan, bahwa serangan hama belalang sudah disampaikan ke BP3K dan mempertanyakan bagaimana penanggulangan atau antisipasi dalam mengatasi hama belalang ini.

Namun oleh BP3K menyarankan untuk membeli obat, karena tidak ada persediaan obat di pada mereka. “Dengan keberadaan hama belalang ini, petani sudah sangat dirugikan. Musim kemarin, modal usaha saya yang keluar sekitar Rp 6 juta, namun yang kembali tidak mencapai setengah, karena hasil panen hanya mencapai kurang lebih satu ton, sangat berbeda jauh dari biasanya yang mencapai 4 hingga 5 ton setiap kali panen,”tandasnya.

Sementara itu Kepala Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kecamatan Tabongo, Anton Nurkamideng, Rabu (20/7) mengatakan, serangan hama ini merupakan siklus yang biasa dialami disetiap pergantian musim dari musim panas ke musim hujan. Dan ini yang terbaru dalam beberapa tahunterakhir.
Anton menambahkan, ada sedikitnya tiga desa yang paling parah diserang hama belalang. Desa-desa tersebut masuk lumbung jagung Tabongo seperti desa Tabongo Timur, Tabongo Barat, dan Desa Motinelo. Luasan lahan yang diserang pun cukup luas, yakni dilaporkan sekitar 30 an hektar.